News  

Karena Kebijakan PEN Jokowi JIS Bisa Jadi Tempat Shalat Id di Akhir Masa Jabatan Gubernur Anies

Oleh : Sugiyanto (SGY)
Pengamat Perkotaan Jakarta/Aktivis Jakarta.

Pasca shalat Idul Fitri di Jakarta Inernasional Stadion (JIS) pada hari Senin 2 Mei 2022, dunia medsos dan pemberitaan media kembali ramai.

Sontak berbagai pujian pun banyak disematkan kepada mantan Menteri Pendidikan atas pelaksanaan shalat Id yang juga dihadiri oleh Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas).

Tak kurang Ketum PAN Zulhas pun turut menyampaikan pujiannya kepada Anies.

“JIS top. Pak Anies top. Semoga menjadi berkah untuk Indonesia,” kata Zulhas ketika menyapa awak media setelah shalat Id di JIS Kelurahan Papanggo Tanjung Priok Jakarta Utara.

Namun sebelumnya Gubernur Anies Baswedan juga banyak mendapat kritik atas rencana pelaksanaan shalat Id di JIS tersebut.

Diantaranya kritik keras disampaikan oleh salah seorang pengguna medsos Dede Budhyarto melalui akun twitternya (@kangdede78).

“Untuk jualan “Politik Identitas” yg akan digunakan ketika @aniesbaswedan copras capres, maka Stadion JIS digunakan untuk Sholat Ied. Krn Kalo pake area Monas identik dgn gerombolan radikalis. Pdhl dari jaman baheula Sholat Ied warga Jakarta dipusatkan di Masjid Istiqlal,” kata Kristia Komisaris PT Pelni (Persero) Kristia Budiyarto yang akrab disapa Kang Dede, melalui @kangdede78 dua hari yang lalu (2d).

Hingga saat ini pun pembahasan pro dan kontra tentang pelaksanaan shalat Ied di JIS masih ada.

Sebagamana diketahui Gubernur Anies Baswedan mengumumkan pelaksanaan shalat Idul Fitri di JIS melalui video yang diunggah melalui akun Instagramnya, @aniesbaswedan, pada Rabu (27/4/2022).

“Jakarta International Stadium siap menyambut jemaah shalat Idul Fitri pada 1 Syawal ini. Di tempat itu kita akan berzikir, kita akan mengagungkan takbir di mahakarya kota ini, kita akan bersyukur dan bersujud memohon rida Ilahi,” ucap Anies.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun bersyukur atas kelancaran shalat Idul Fitri 1443 Hijriah di JIS, Papanggo Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin (2/5/2022). Ia mengatakan, salah satu janjinya sudah terpenuhi.

Terlepas dari kontroversi yang terjadi tetapi harus diakui bahwa pembangunan JIS tuntas dan bisa digunakan untuk pelaksanaan shalat Id pada 1 Syawal 1443 Hijriayah, yakni 2 Mei 2022.

Pertanyaannya adalah siapa yang membantu anggaran pembangunan JIS?

Ya, ini yang harus diketahui masyarakat luas! Tetunya tak lain adalah Presiden Joko Widodo.

Kita ketahui bersama bahwa akibat terdampak pandemi Covid-19 pada tahun 2020 keadaan keuangan semua daerah di republik ini hancur lebur. Banyak pembangunan infrastuktur yang terancam terhenti alias mangkrak. Penyebanya karena payahnya keuangan daerah termasuk juga untuk kelanjutan pembanguan JIS di DKI Jakarta.

Mengantisipasi hal buruk maka Presiden Jokowi mengeluarkan kebijakan Peraturan Pemerintah No 23 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Keuangan Negara Untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan/atau Menghadapi Ancaman Yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Serta Penyelamatan Ekonomi Nasional.

Atas Kebijakan tersebut Pemerintah melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur memberikan bantuan pinjaman kepada pemerintah daerah.

Khusus untuk Jakarta, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta memerinci terdapat enam program prioritas milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang diajukan untuk mendapatkan pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebesar Rp12,5 triliun dari pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur.

Pada tahun 2020 DKI Jakarta melakukan pinjaman daerah melalui skema program PEN sebesar Rp 3,26 triliun yang disalurkan oleh PT Sarana Multi Infrastruktur.

Pinjaman tersebut akan digunakan untuk kegiatan peningkatan infrastruktur pengendalian banjir Rp 1 triliun, peningkatan layanan air minum Rp 14,9 miliar, pengolahan sampah Rp 91,67 miliar, transportasi Rp 768,14 miliar. Sektor pariwisata untuk revitalisasi TIM Rp 200 miliar dan infrastruktur olahraga Jakarta Internasional Stadium Rp 1,18 triliun.

Bahkan menurut anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-P Gilbert Simanjuntak mengatakan mayoritas anggaran proyek pembangunan Jakarta itu berasal dari bantuan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang diberikan Presiden Joko Widodo. Gilbert juga menegaskan bahwa pembangunan JIS nyaris mangkrak imbas pandemi Covid-19 yang melanda 2020.

“Akhirnya pusat turun memberikan bantuan lewat dana PEN sebesar Rp3,6 triliun pada tahun 2020 dan 2021 dari anggaran JIS Rp4,5 triliun,” kata Gilbert dikutip dari kompas.com (Senin 31/1/2022), seperti dilansir Tribun Jakarta, Senin (31/1/2022).

“Artinya, biaya pembangunan JIS itu 80 persen dari pemerintah pusat,” tambahnya.

Sampai disini cukup jelas ya. Jadi singkatnya begini, karena kebijakan PEN Jokowi itu maka akhirnya pembangunan JIS rampung dan bisa menjadi tempat shalat Id di akhir masa jabatan Gubernur Anies Baswedan.

The End.