banner 970x250

Kepala BPKD Kota Tangerang: Saat Ini Istri Saya Cuma Satu

Tangerang, Nusantarapos.co.id – Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kota Tangerang, Karsidi disebut-sebut memiliki istri lebih dari satu.

Rumah bertingkat di kluster Eropa di bilangan Green Lake City terkesan mewah dan mentereng. Tidak ada pagar yang membatasi rumah satu dengan yang lainnya. Namun untuk memasuki area tersebut tidaklah mudah, hal ini disebabkan adanya pos penjagaan yang ketat dan alat rekam cctv yang disebar di area tersebut.

“Di sini merupakan tempat yang paling besar dibandingkan area lainnya yang ada di Green Lake. Harga sewa rumah di sini berkisar Rp. 30 Juta-Rp. 50 Juta per tahun untuk izin pengelolaan lingkungannya berkisar Rp. 3 Juta, ” kata petugas jaga yang enggan disebutkan namanya itu.

Petugas jaga itu menyebutkan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan penghuni di kluster Eropa itu semua tamu yang datang atau memasuki area tersebut harus ditanya keperluan dan ingin bertemu siapa atau bertamu ke mana.

“Sebab di sini, banyak dihuni orang penting dan pejabat dari Pemerintahan Kota Tangerang,” katanya menjelaskan penyebab ketatnya penjagaan.

“Salah satunya itu Karsidi yang pejabat tinggi di Pemerintahan Kota Tangerang. Dia dan istrinya tinggal di sini. Orangnya ramah dan suka kasih uang langsung ke pos penjagaan saat hari besar atau hari raya seperti lebaran dan natal,” katanya petugas jaga yang memiliki postur tubuh tinggi besar dan berkulit sedikit gelap.

Diketahui istri pertama dari mantan kepala perizinan di Kota Tangerang ini menetap di Perumahan Banjar Wijaya, Kota Tangerang.
Profesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dilarang memiliki istri lebih dari satu. Hal itu diatur dalam PP 10 Tahun 1983 junto PP 45 Tahun 1990 tentang izin perkawinan dan perceraian bagi PNS.

Karsidi yang berhasil dihubungi melalui telepon membantah adanya hal tersebut. Dia menegaskan saat ini istrinya itu hanya satu dan memang tinggal di Banjar Wijaya.

“Saya hanya punya istri itu satu sampai saat ini, yang tinggal di Banjar Wijaya itu. Kalau di tempat lain sih nggak ada, mungkin hanya mirip namanya saja,” kata Karsidi saat dihubungi melalui telepon, Selasa (14/7).

“Jika ada sekuriti yang sebut-sebut nama yang mirip saya, silakan bawa ke sini dan konfrontir dengan saya langsung,” tandasnya.