Terobosan Baru Dunia Usaha, Aplikasi Ini Tingkatkan Omset Dengan Metode Gotong Royong

  • Bagikan

Yogyakarta, Nusantarapos.co.id – Diperlukan adanya strategi nasional untuk memperbaiki kondisi masyarakat bisnis Indonesia yang terpuruk dampak dari pandemi Covid-19.

Salah satu dampak negatif dari pandemi sangat dirasakan oleh dunia usaha seperti UMKM dan usaha lainnya.

Mulai dari penurunan omset, pengurangan karyawan hingga menutup sementara kegiatan usaha.

Tujuan strategi nasional ini adalah untuk menggairahkan kembali pelaku usaha denagn harapan terjadi peningkatan omset optimal.

Salah satu strategi nasional yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan gotong royong, seperti yang dilakukan Djuragan Kreatif Indonesia yaitu berupa aplikasi bernama Djuragan Voucher ‘Gotong Royong Berbasis Voucher’.

Aplikasi ini dikembangkan sebagai  aplikasi nir laba untuk mendorong bangkitnya masyarakat bisnis Indonesia.

Djuragan Voucher melalui aplikasinya terus berkolaborasi dengan pelaku bisnis maupun UMKM dalam mengalokasikan dana promosi secara bergotong royong untuk saling menopang pemasaran.

Pelaku bisnis sekaligus CEO Jaringan Kost Eksklusif D’Paragon, Syarief Hidayat menyebutkan, strategi nasional berasas gotong royong sangat penting terutama di masa pandemi, pelaku usaha tidak perlu mengeluarkan biaya promo dan pemasaran di tengah kondisi sulit.

“Dengan adanya Djuragan Voucher ini sangat membantu D’Paragon dalam bertahan selama pandemi. Kami masih bisa memberikan program nginep dan ngekost gratis kepada konsumen.Sehingga konsumen merasa sangat diringankan biaya hidupnya ketika mereka tinggal di dparagon,” ujarnya di Yogyakarta, Rabu (7/4).

Aplikasi gotong royong ini masing-masing pelaku usaha dapat menerbitkan voucher berupa potongan harga yang dihitung berdasarkan rasio biaya promo terhadap omset, yang biasa dikeluarkan guna kegiatan promo bisnisnya.

Keuntungan yang di dapat dari strategi gotong royong ini adalah meningkatkan kunjungan kosumen, memperluas segmentasi konsumen dan meningkatkan nilai uang konsumen agar omset pun meningkat.

Hal senada juga diungkap oleh Santi, selaku pelaku usaha toko batik di Yogyakarta, pihaknya mampu memberikan berbagai program potongan harga kepada konsumen dengan hanya memberikan voucher pelaku usaha lainnya.

“Ini sangat signifikan hasilnya. Misalkan konsumen yang berada di toko, bisa saja saya berikan voucher potongan harga makan, salon kecantikan atau usaha lainnya. Dan itu cara gotong royong yang sangat membantu sehingga ini akan saling menguntungkan antara tempat usaha yang satu dengan yang lain,” tuturnya.

Dengan aplikasi ini juga dapat menguntungkan para pelaku usaha dalam melakukan promo, dan para pelaku usaha di Indonesia tidak perlu khawatir lagi pada fenomena infltrasi produk asing yang dijual dengan dengan harga murah.

Aplikasi ini pelaku usaha tidak lagi menjual dengan harga murah tetapi dengan “GRATIS” karena dengan aplikasi ini pelaku usaha dapat memberikan cashback lebih dari 100% kepada konsumennya.

Djuragan Kreatif Indonesia memberikan berbagai pelayanan kepada konsumennya yaitu penyimpanan saldo voucher sehingga mudah digunakan ketika akan berbelanja.

Seperti yang dirasakan Haris pengusaha warung makan, omsetnya di masa pandemi ini terbantu dengan adanya tamu yang nginap dan tinggal di djuragan kamar dan dparagon.

Ia mengungkapkan, tamu tertarik datang ke warungnya karena voucher warungnya dibagikan kepada konsumen djuragan kamar dan dparagon sebagai program subsidi makan siang dan makan malam.

“Pelaku usaha yang menggunakan voucher pelaku usaha lain tidak merasa dirugikan karena melalui voucher tersebut konsumen dapat diundang ke lapak usahanya, dan ketika voucher digunakan penambahan omsetpun langsung terjadi,” ungkapnya.

Aplikasi ini juga memberikan kemudahan konsumen untuk dapat mencicil syarat nominal minimal belanja dengan menggunakan menu kredit transaksi.

Pada menu kredit ini nominal belanja dapat dicicil dalam kurun waktu tertentu dan dicatat secara otomatis di aplikasi milik konsumen maupun di aplikasi milik pelaku usaha dan dapat digunakan setelah syarat nominal minimal tercapai.

Hidayat mencontohkan cara kerja menu kredit transaksi, misal Konsumen K menerima voucher Rumah Makan A berupa potongan harga Rp 100.000 dengan syarat minimal belanja Rp 1.000.000, dengan syarat ketentuan dapat dicicil selama periode 30 hari.

Disisi lain, dengan menu kredit transaksi konsumen dapat mencicil nominal belanja dan menggunakan voucher.

“Semua proses wajib dan akan diverivikasi oleh pelaku usaha dengan menggunakan kode verifikasi atau scan barcode kredit transaksi, sehingga akan ada data-data terkait transaksi di dalamnya,” imbuh Dayat.

Dayat berharap, dengan aplikasi ini kerja gotong royong antar pelaku usaha UMKM ini dapat berjalan maksimal. Satu pelaku wajib saling menggandeng pelaku usaha lainnya.

“Semakin banyak merchant yang menerbit voucher pada aplikasi maka konsumen semakin tertarik untuk mendapatkan potongan dalam belanja. Dengan potongan harga juga dapat meningkatkan daya beli konsumen, sehingga akan meningkatkan ekonomi masyarakat secara nasional,” harapnya. (AKA).

  • Bagikan