Warga Maguwoharjo Harap Kejelasan Ganti Kerugian Jalan Tol Yogya-Solo

  • Bagikan

Yogyakarta, Nusantarapos.co.id – Belasan warga di Maguwoharjo Sleman Yogyakarta yang tinggal di area pembangunan seksi dua proyek Jalan Tol Solo – Yogyakarta berharap pembayaran uang ganti kerugian (UGK) segera dapat direalisasikan.

Saat ini terdapat 14 kepala keluarga di Dusun Maguwo, Kelurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman yang terdiri dari 14 persil yang akan dibangun proyek jalan tol.

Bernard, salah satu warga yang memilik lahan mengatakan, hampir dua tahun menunggu kejelasan pencairan dana dari proyek Jalan Tol Solo Yogya dari Pemerintah Pusat.

“Hampir dua tahun kita menunggu kejelasan. Kita tidak mungkin memperjualbelikan lahan tersebut, apalagi sebagai warga negara yang baik,” ujarnya saat ditemui di lokasi proyek, Selasa (23/11).

Ia menjelaskan, pada dasarnya warga juga mendukung upaya proyek pembangunan jalan tol dan sudah merelakan lahan tanah untuk pembangunan.

“Namun sayang kejelasan belum lagi kita dapat sampai sekarang, sekarang kita berharap dan masih menunggu,” tambahnya.

Warga Dusun Maguwo sebelumnya pernah menghadiri undangan yang disampaikan Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY namun hingga kini belum ada kelanjutannya.

Bernard mengungkapkan, pertemuan tersebut berlangsung di Balai Desa Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman tanggal 5 Februari 2020 pukul 19.30 hingga selesai.

Agenda pertemuan adalah sosialisasi rencana pengadaan tanah untuk pembangunan Jalan Tol Solo – Yogyakarta di DIY.

Setelah itu diadakan pemasangan patok penanda lokasi pembangunan tol. Namun hingga sekarang, penduduk pemilik lahan yang telah dipatok belum mendapatkan informasi terkait pencairan ganti rugi.

“Kami menunggu kabar selanjutnya setelah pemasangan patok. Tapi, sampai hari ini belum ada informasi baru. Semoga dana ganti rugi itu segera cair,” ungkapnya.

Bernard juga meminta bantuan Pememrintah Provinsi DIY untuk membantu penduduk terkait uang ganti kerugian. “Saya yakin seratus persen, beliau Bapak Gubernur akan membantu harapan kami,” lanjutnya.

Seperti diketahui, dari laman www.kppip.go.id website resmi Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menyebutkan investasi total proyek Penambahan Lingkup Jalan Tol Solo – Yogyakarta – Kulon Progo senilai Rp 28,575 triliun.

Skema pendanaan BUMN sebagai penanggung jawab proyek Kementrian PUPR dan proyek ini dijadwalkan mulai konstruksi tahun 2022.

Jalan tol yang rencananya akan mulai beroperasi tahun 2024 ini terdiri dari 3 seksi, yaitu Seksi 1 Kartosuro-Purwomartani, Seksi 2 Purwomartani-Sleman, dan Seksi 3 Sleman-Purworejo. (AKA)

  • Bagikan