banner 970x250

Kader Gerindra Harus Kerja Maksimal Menangkan Pilkada DKI

Jakarta, Nusantarapos.co.id – Pemerintah sudah menetapkan pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) digelar pada Februari 2024 serta Pilkada DKI Oktober 2024.

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Syarif, menyoroti ‘efek ekor jas’ sudah tak bisa diharapkan untuk memenangkan Cagub.

Oleh sebab itu, Syarif meminta semua kader partai untuk bekerja maksimal di daerah pemilihan agar dapat memenangkan Calon Gubernur DKI pada Pilkada Oktober 2024 mendatang.

“Dengan keluarnya keputusan DPR RI pemerintah itu, ada anomali efek ekor jas. Justru tak signifikan naikan elektabilitas partai. Ekor efek jas tidak berpengaruh karena 2024, justru pilpres dan pileg lebih dulu, dan Pilgub DKI malah November 2024,” kata Syarif dalam Forum Group Diskusi di kantor DPD Partai Gerindra DKI, Selasa (25/1/2022).

Forum Group Diskusi ini juga dihadiri Ahmad Riza Patria yang juga Ketua DPD Partai Gerindra DKI dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ariza berharap diskusi ini bisa mencari solusi yang bagus untuk membesarkan Partai Gerindra.

Syarif yang juga Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta ini menambahkan semua elemen kader maupun mesin partai harus bergerak dari sekarang. Untuk mewujudkan impian Gubernur DKI 2024 berasal dari partai Gerindra.

“Efek ekor jas apa yang Gerindra harapkan. Ini yg kita diskusikan. Harus ada seperti almh Haji Lulung di Jakarta. Soalnya, jarak Pilpres dan Pileg ke Pilkada sangat jauh atau 9 bulan. Beda dengan Pilkada 2017, semua tokoh partai terjun ke Jakarta untuk dukung Anies-Sandi,” ujarnya.

Cara lain, lanjut Syarif, semua kader harus mampu mensosialisasikan keberhasilan Anies – Ariza selama memimpin DKI lima tahun ini. Ini membutuhkan kerja keras dan ini bisa dilakukan.

“Kita harus cari jas-jas baru di Jakarta. Atau jas lokal seperti almarhum haji Lulung. Soalnya pada Pilgub 2024, efek tokoh Prabowo sudah tak bisa diharapkan. Karena jarak waktu yang cukup panjang. Seandainya Prabowo terpilih, mungkin Oktober 2024 sudah menyusun kabinetnya. Artinya, jas nya sudah ketinggalan karena pileg dan pilpres Pebruari 2024. Jadi tak punya efek ke Pilkada yang berlangsung Oktober 2024,” papar Syarif.

Sementara itu, Pengamat Politik Ujang Komarudin menilai peluang Gerindra menang di Pilkada DKI sangat besar. “Bila mesin partai Gerindra bergerak, saya optimis bisa mengantar Prabowo jadi Presiden 2024 serta Gubernur DKI yang juga berlangsung 2024,” imbuh Ujang.

Namun demikian Ujang juga meminta agar Partai berlambangkan burung Garuda tersebut untuk tidak terlalu mengandalkan ketokohan Prabowo.

“Mohon maaf, yang saya cermati selama ini kader Gerindra selalu terlena dengan ketokohan Prabowo. Jadi tidak bekerja maksimal. Akhirnya mesin partai tak jalan. Beda dengan yang dilakukan PAN dan PKS serta PSI. Dimana pengolahan media sosial PKS dan PAN juga lebih bagus,” ungkap Ujang.