Ingin Pemilu Damai, Aher Minta Masyarakat Jadikan Wisata Demokrasi

oleh -70 views

Jakarta, NusantaraPos – Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengajak masyarakat menyukseskan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Caranya dengan mendukung pemilu yang aman dan damai, sebagaimana yang dilakukan Polri maupun TNI serta pihak terkait lainnya.

“Saya mendukung ajakan aparat baik Polri maupun TNI menyambut pesta demokrasi baik Pilpres (Pemilu Presiden) maupun Pileg (Pemilu Legislatif) dengan aman dan damai,” kata Aher, Senin (25/3/2019).

Menurut Aher, pemilu merupakan pesta, sehingga masyarakat yang berpartisipasi harus merayakan dengan cara yang baik dan membangun.

“Karena ini sebuah pesta, maka kita sambut pesta ini dengan suka-cita. Mari kita jadikan pesta demokrasi ini sebagai wisata demokrasi. Jadi betul-betul damai, sejuk, gembira dan bahagia,” tutur dia.

Pemilu yang kondusif dinilai Aher penting, karena hajatan tersebut menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan. Jika ajang kontestasi berlangsung gaduh, upaya memilih pemimpin terbaik bangsa dipandang bisa terganggu. Dirinya pun mengimbau masyarakat tak terpecah-belah karena pilihan politik masing-masing.

“Nasib bangsa Indonesia ke depan kita tentukan melalui pemilu yang kita laksanakan lima tahun sekali itu. Karena itu masyarakat harus melaksanakannya dengan baik, pilih yang terbaik, rasional, menurut pengamatan masing-masing. Dan ketika ada pilihan yang berbeda, setiap orang harus menghormati pilihan tersebut sebagai bagian toleransi dan demokrasi,” paparnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu turut mengingatkan agar seluruh pihak tak membuat dan menyebar hoaks, memfitnah, menyampaikan ujaran kebencian, mempolitisasi suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dan melakukan politik uang. Karena hal-hal itulah yang menentukan damai-tidaknya Pemilu 2019.

“Kita harus mengajak masyarakat memerangi hal-hal negatif seperti itu. Ketika kita perangi hoaks, kita juga perangi fitnah, kita juga perangi ujaran kebencian, kita tidak setuju politik uang. Insya Allah jika tidak ada hoaks, politik uang, politisasi SARA, insya Allah Pilpres dan Pileg kita berjalan sejuk,” pungkas Gubernur Jawa Barat 2008-2018. (RK)