Hasil Survei NCID, Elektabilitas Prabowo Salip Jokowi

oleh -263 views

Jakarta, NusantaraPos – Elektabilitas calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) berhasil melampaui pesaingnya. Hasil survei Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Prabowo-Sandi memiliki tingkat keterpilihan 58,23 persen, sementara Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) 40,03 persen. Penelitian dilaksanakan pada 31 Maret hingga 2 April 2019, dan dilakukan guna menilai sejauhmana penampilan dalam debat berpengaruh terhadap elektabilitas Jokowi serta Prabowo.

“Artinya ada selisih elektabilitas 18,2 persen. Survei dilakukan paska debat keempat yang digelar Sabtu, 30 Maret 2019 lalu,” ujar Direktur Eksekutif NCID Jajat Nurjaman, Sabtu (6/4/2019).

Hasil survei demikian, imbuh Jajat, lantaran Prabowo unggul pada debat. Mantan Danjen Kopassus secara umum dianggap menguasai tema terutama mengenai pertahanan dan keamanan, serta wawasan global. Keunggulan Prabowo juga ditopang efek kampanye terbuka, yang selalu berhasil menarik banyak elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi.

“Sehingga, penampilan Prabowo dalam debat keempat juga berhasil dikonversi ke penambahan angka elektabilitas,” ucapnya.

Prabowo pun dinilai tegas dan lugas dalam menyampaikan gagasan dan pesan ketika debat. Kemudian juga mulai mengambil posisi offensif, sehingga menjadi pendorong bagi pemilih yang selama ini belum menentukan sikap.

Survei juga menunjukkan pemilih yang belum menentukan sikap atau undecided voters maupun tidak mau menjawab, hanya tinggal 1,74 persen.

“Responden yang sebelumnya masih ragu menjatuhkan pilihan, mulai menentukan sikapnya karena debat terakhir dipandang membuka mata sosok pemimpin mana yang orientasinya kepentingan nasional, memiliki pemahaman dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat, serta memiliki kemampuan untuk mempertahankan bangsa dan negara,” papar Jajat.

Survei NCID melibatkan 632 responden yang mewakili 34 provinsi di Indonesia. Sampel dipilih secara acak bertingkat, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara tatap muka disertai kuisioner, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 3,9 persen. (RK)