Pemerintah Sigap, Kucurkan Air Bersih ke Beberapa Desa Di Trenggalek

oleh -

Trenggalek, NusantaraPos – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merestribusikan air bersih ke dua desa yang mulai terdampak kekeringan, yakni di desa Jatiprahu dan Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan Kab. Trenggalek.

Memasuki akhir bulan Juli 2019, bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, semakin meluas. Menurut data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, tercatat sebanyak 10 desa di Kabupaten Trenggalek, yang saat ini tengah terdampak kekeringan.

Sepuluh desa yang mengalami kekeringan tersebut diantaranya adalah di Kecamatan Panggul yakni, Desa Besuki, Desa Nglebeng, Desa Karang Tengah serta Desa Terbis dan Ngrencak.

Sedangkan di Kecamatan Suruh, di Desa Suruh dan Desa Mlinjon. Sementara di wilayah Kecamatan Karangan ada dua desa yakni, Desa Jatiprahu dan Desa Ngentrong.

Untuk mengantisipasi tersebut, BPBD Trenggalek telah merestribusikan ribuan air bersih dari PDAM ke 10 desa tersebut.

“Pendistribusian air bersih bagi warga yang terdampak kekeringan telah kita lakukan. Dan saat ini mereka telah mendapat bantuan suplai air bersih dari PDAM,” ucap Kepala BPBD Trenggalek, Djoko Rusianto, Senin (15/7/2019).

Menurut Djoko, bantuan suplai air bersih itu diberikan berdasarkan permintaan warga setempat yang terdampak kekeringan.

“Pendistribusian bantuan air bersih dari PDAM ini bagi warga yang terdampak, disuplai setiap harinya antara dua hingga tiga mobil tangki di setiap desanya dan itu kondisional,” jelasnya.

Dijelaskan Joko, bantuan air bersih diberikan berdasarkan permintaan warga. Kemudian pihaknya meninjau ke lapangan untuk menentukan kelayakan daerah tersebut menerima bantuan.

“Permintaan itu dari desa mengetahui kecamatan. Kemudian kita kroscek ke lapangan, selanjutnya evaluasi dan pengiriman air bersih kita lakukan,” tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, untuk mencukupi permintaan suplai air bersih yang diprediksi bakal berlangsung masif itu di Kabupaten Trenggalek diperkirakan masih mencukupi.

“Ada empat titik lokasi PDAM di Kabupaten Trenggalek, yang siap diambil air bersihnya untuk menyuplai. Yakni di Kecamatan Panggul, Trenggalek, Durenan dan Watulimo,” imbuhnya.

Berdasarkan prediksi yang dilakukan, lanjut Djoko, kemungkinan rentan waktu kekeringan tahun ini hampir sama seperti tahun sebelumnya. Dan yang pasti tidak bisa memastikan berapa lama terjadi kemarau.

“Kemarin ada laporan masuk di BPBD, bawasannya di Desa Bogoran Kecamatan Kampak, juga sudah mulai terdampak kekeringan. Dan petugas telah mengkroscek ke lokasi guna mensuplai air bersih,” pungkasnya. (TAT)