Angkat Kisah Desa Santri, Sogan Batik Luncurkan Mulangi

oleh -

Jogyakarta,Nusantarapos.co.id – Sogan Batik Rejodani sebagai salah satu produsen batik ternama Yogyakarta kembali meluncurkan desain terbarunya bertajuk Mulangi.

Menggandeng seorang desainer bernama Laili Atika, Mulangi di tampilkan pertama kalinya dalam ajang Trend Show 2019/2020 – Jogja Fashion Week 2019 beberappa waktu yang lalu.

Pemilik Sogan Batik Rejodani Iffah M Dewi mengatakan, Mulangi merupakan bagian dari label terbaru Sogan Batik yaitu RARA.

“Rara adalah sister brand dari SOGAN BATIK yang beberapa bulan lalu dirilis yang mengedepankan peminat fesyen batik berumur dibawah 30 tahun,” ujar Iffah M Dewi, Senin (25/11).

Iffah menjelaskan, MULANGI terinspirasi dari sebuah desa santri yang penuh sejarah dan hikmah yang terletak di bagian barat Yogyakarta. Dari desa tersebut terlahir sejumlah karya fesyen yang mengedepankan kisah penuh makna.

“Kisah tersebut digambarkan dalam bentuk simbol berupa aplikasi dan aksara Jawa. Motif busana yang diangkat diantaranya dakwah, pathok nagari, santri dan Mulangi yang didominasi berwarna hitam putih,” jelasnya.

Sogan Batik Rejodani terus konsisten berkarya didunia batik dan fashion, karena industri ini termasuk industri kreatif yang bisa menyerap banyak tenaga kerja produktif.

Pesan pesan moral dan kearifan lokal sebagai identitas Bangsa Indonesia juga dengan mudah disampaikan melalui motif dan detail desain busana sehingga bisa mudah diingat dan diharapkan bisa menjadi ajakan untuk lebih baik.

“Kekhasan kisah-kisah sejarah Indonesia dipadukan dengan nilai kebaikan universal yang ada dalam Islam dikemas indah dan berpotensi menaikan level dipasar global,” tuturnya.

Iffah melanjutkan, desain busana muslim modern yang mulai digemari dipasar Internasional seiring dengan bertumbuhnya kesadaran-kesadaran untuk berpakaian tertutup dan sopan (modest). Terlebih dengan menarasikan pesan sejarah Nusantara dan Islam dunia yang kaya akan hikmah dibalik setiap motif Batik dan desain busana.

“Nilai itulah dijadikan pakem utama dalam mengembangkan motif dan setiap proses produksi selalu diiringi dengan dzikir. Kebiasaan ini dinamakan dengan “Batik ber-dzikir”,” pungkas wanita yang pernah sukses menggelar fashion show di KOD MODE DAY Paris Fashion Show September lalu. (AKA).