H Saefulloh Pewaris Tunggal Ilmu Mak Erot, Siap Dukung Wisata Kesehatan di Jakarta

oleh -

Jakarta, Nusantarapos.co.id – Adanya ide Menkes RI Dr Terawan mengenai pengobatan Mak Erot merupakan wisata kesehatan, membuat para wisatawan dari mancanegara dan lokal berdatangan mencari klinik Mak Erot.

Meskipun Mak Erot telah tiada, pewaris tunggal ilmu Mak Erot ada pada cucunya yang selama ini mendampingi almarhumah. Dia adalah Haji Saefulloh atau haji Ulloh

“Kalau masalah pengobatan, karena banyak yang membutuhkan, itu harus diteruskan,” kata Haji Ulloh menyebut pesan neneknya, saat ditemui di kliniknya di Jalan Purbaya 5 Tanah Tinggi Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

Haji Ulloh menjelaskan, pengobatan warisan Mak Erot ini merupakan kombinasi doa dan ramuan. “Dari 12 (sentimeter)jadi 18 (sentimeter), itu normal. Kalau bagus jadi 20 sentimeter. Sekali sudah langsung jadi,” jelas Haji Ulloh.

Setelah menjalani pengobatan, si pasien harus puasa 3 hari tak boleh berhubungan. Selain itu tak boleh makan terong panjang mentah, pisang mas mentah dan sirih.

12 Jahitan
Meski banyak yang ragu, pengobatan alternatif untuk memperpanjang kemaluan laki-laki tetap laris. Bahkan untuk memerpanjang kemaluan hingga 18 cm paling diminati, sedangkan jika minta lebih dari 20 cm maka pasien harus membuat surat perjanjian.

H Syaefulloh mengaku, 70 persen pasien laki-laki datang kepadanya untuk memperbesar alat vital. Ukuran yang dikehendaki bisa ditentukan sendiri oleh pasien dengan memilih replika yang disediakan.

“Ukuran 17 dan 18 cm paling banyak diminati. Kalau besarnya ya 3,5 sampai 4,5 cm. Ada juga yang minta sampai 20 cm atau lebih, tapi pasti kami minta bikin surat perjanjian bahwa kalau terjadi apa-apa bukan tanggung jawab Pak Haji,” kata Syaefulloh yang akrab dipanggil Pak Haji kepada Nusantarapos.co.id.

Surat perjanjian bagi yang menghendaki ukuran 20 cm ke atas dibuat karena pada dasarnya Pak Haji tidak menyarankan ukuran tersebut. “Untuk ukuran perempuan Indonesia yang pinggulnya lebih kecil dibandingkan orang barat, kemaluan sebesar itu justru akan terasa menyakitkan,” ujarnya.

Bahkan Pak Haji mengisahkan, neneknya yang merupakan terapis legendaris yakni Mak Erot pernah bermasalah gara-gara ukuran kemaluan sebesar itu. Ketika itu seorang pasien minta diperpanjang sampai 23 cm, beberapa hari kemudian datang minta dikecilkan lagi dengan didampingi istri yang vaginanya sobek dan mendapat 12 jahitan.

“Jadi kalau tujuannya untuk memuaskan istri, ukuran panjang itu 12 cm sudah ideal bagi rata-rata orang Indonesia. Kalau lebar, idealnya sekitar 3,5 sampai 4,5 cm. Kalau ada yang minta diperpanjang sampai sejengkal atau sekitar 20 cm, pasti tujuannya untuk kepuasan sendiri dan akan sangat menyakiti pasangan,” tutur Pak Haji.

Selain ukuran penis yang berlebihan, durasi berhubungan seks yang terlalu lama juga bisa menghadirkan petaka baik di pihak laki-laki maupun perempuan. Pak Haji merekomendasikan waktu bercinta antara 20 menit hingga 45 menit, namun memperingatkan agar jangan sampai melebihi 1 jam.

“Kalau sampai lebih dari 1 jam, dampak yang paling sering muncul adalah sakit pinggang. Kalaupun mau lama, kondisi fisik masing-masing pasangan harus dijaga dengan banyak minum vitamin, dan itu menjadi tanggung jawab masing-masing bukan dari Pak Haji. Yang penting harus imbang, antara kekuatan alat vital dengan ketahanan tubuh secara umum,” kata Pak Haji.

3 Jenis Ramuan
Sejak membuka praktik, Haji Ulloh mengaku tak pernah mendapat keluhan dari pasien yang terkena efek samping pengobatannya. Itu karena ramuannya memanfaatkan bahan-bahan alami.

Ada tiga jenis ramuan yang ia berikan kepada pasien, yaitu oles, minum, dan makan. Untuk olesan bahan bakunya berasal dari binatang, sementara ramuan yang diminum dan dimakan semuanya berasal dari tanaman.

Karena termasuk rahasia dapur, ia enggan menyebutkan jenis-jenis tanaman yang menjadi bahan baku ramuan andalannya.

Haji Ulloh hanya mengatakan bahwa semua jenis tanaman yang dipergunakan sebagai ramuan tumbuh liar di sekitar kampung. “Pun demikian, tidak boleh sengaja ditanam di pekarangan. Karena khasiatnya akan berkurang,” ungkapnya.

Untuk ukuran, Haji Ulloh memiliki lima jenis penis buatan dari kayu. Masing-masing punya ukuran panjang yang berbeda, mulai dari 17 sentimeter hingga 22 sentimeter. “Ukuran yang terakhir ini tidak dianjurkan bagi yang berbodi ceking. Ha-ha-ha,” kata Pak Haji.

Beberapa pasien bahkan datang ditemani istri masing-masing. Tak jarang istri mereka ikut memilihkan ukuran penis untuk suaminya yang datang berobat.

Untuk menjalani terapi, Normalnya sesi terapi hanya berlangsung satu kali. Ada yang cuma 30 menit, 45 menit, dan satu jam. “Paling lama dua jam,” kata Haji Ulloh.

Selanjutnya pengobatan dilakukan oleh sang pasien di rumah masing-masing berbekal tiga macam ramuan tadi.

Waktu pengobatan juga bervariasi. Ada yang cukup tiga hari saja sudah cespleng, tapi ada pula yang hingga 27 hari.

Biaya pengobatan yang biasa ia sebut mahar juga berbeda-beda tergantung jenis keluhan.

Setiap pasien yang berobat kepadanya, Haji Ulloh mewanti-wanti agar tidak mengonsumsi terong panjang ungu, pisang mas, dan sirih yang masih mentah.

Pantangan itu berlaku seumur hidup. Jika pasien melanggar, maka kondisi penis akan kembali seperti semula saat belum diobati.

Haji Ulloh kemudian memperlihatkan selembar buku berisi daftar pasien yang telah berobat kepadanya.

Tampak asal pasien datang dari berbagai daerah di Indonesia, hingga ke luar negeri macam Belanda, Arab Saudi, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Tak jarang Haji Ulloh mendatangi tempat pasien. Ini berlaku jika yang ingin diobati adalah pejabat atau figur publik yang mengharapkan privasi.

Sementara itu, Kemampuan memberikan pengobatan diakui Haji Ulloh tidak datang sekonyong-konyong. Masih terekam dalam memorinya saat mandat turun dari mendiang Mak Erot.

“Waktu itu Pak Haji berumur 17 tahun dan masih mondok di pesantren,” kenangnya.

“Tiba-tiba Pak Haji diminta pulang karena menurut Emak saya sudah terpilih untuk mewarisi kemampuan beliau.”

Proses yang harus dilalui adalah melaksanakan tirakat awal 40 hari. Selama 33 hari awal, ia berpuasa sejak subuh hingga beduk maghrib. Sisanya harus puasa tidak makan dan minum selama tujuh hari tujuh malam.

Setelah itu dilanjutkan tirakat 140 hari yang terbagi dalam beberapa bagian; tiga hari awal puasa siang dan malam, hari keempat hingga hari ke-133 puasa seperti biasa. Mendekati tujuh akhir tirakat, berpuasa siang malam lagi.

Dengan syarat yang tak mudah tadi, akhirnya hanya dua dari tujuh anak Mak Erot yang sukses mewarisi kemampuan ini. Tiga orang lagi adalah cucunya, termasuk Haji Ulloh.

Walaupun mengaku sudah menunjuk putra tertuanya sebagai penerus, ia mengaku belum bisa mewariskan kemampuannya. “Baru bisa kalau Pak Haji sudah berumur 70 tahun,” katanya.

Pasien nonmuslim yang ingin berobat tak perlu khawatir sebab Haji Ulloh bersedia menerima siapa saja.

“Asal mereka yakin dengan pengobatan ini, Pak Haji terbuka untuk mengobati apa pun kepercayaan sang pasien,” katanya.