Menristek: Pemerintah Siapkan Teknologi Mitigasi Kebencanaan

oleh -

Yogyakarta, Nusantarapos.co.id- Pemerintah akan mempersiapkan penelitian terkait dengan mitigasi kebencanaan baik secara teknologi maupun anggarannya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro saat menjadi pembicara kunci pada Silaturahmi Nasional Konsorsium Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Yogyakarta, Selasa (7/1).

“Pemerintah menaruh konsentrasi khusus terhadap bencana yang dialami Indonesia di awal tahun ini terutama banjir Jakarta yang hingga saat ini masih terjadi,” ujar Bambang Brodjonegoro.
Ia menjelaskan, Kementrian Riset dan Teknologi telah mempesiapkan sejumlah riset tentang penangggulangan bencana alam seperti kebakaran hutan, banjir hingga tsunami. Penggunaan teknologi harus dapat mengurangi dampak dari bencana.

“Teknologi yang tepat guna harus bisa memitigasi bahkan mengurangi dampak dari bencana alam yang memang sangat sering terjadi di Indonesia,” jelasnya.

Terkait bencan banjir ia mengungkapkan, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dapat dimanfaatkan untuk mengurangi dampak bencana seperti banjir akibat curah hujan yang tinggi.

Menristek menggambarkan, bahwa TMC dapat dipakai untuk mengurangi curah hujan di daratan dengan cara menyemai hujan diatas perairan dengan menggunakan garam yang diangkut dengan pesawat. Dengan menabur garam pada awan pembawa hujan maka hujan tidak akan sampai ke daratan.
“Dengann TMC kita dapat mengurangi curah hujan darat yang terjadi, setidaknya hujan tidak turun dipemukiman penduduk akan tetapi jauh di perairan laut,” tutur Menristek.

Sedangkan untuk tsunami diperlukan perluasan dalam menyebaran pemasangan Early Warning System (EWS) di sejumlah titik perairan Indonesia.

“Kami sudah memasang sekitar 16 titik EWS di seluruh Indonesia seperti Selatan Jawa, Barat Sumatera, Selatan Nusa Tenggara dan lainnya. EWS tersebut merupakan ciptaan karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Kemenristek,” ungkapnya.

Bambang berharap, nantinya teknologi tidak hanya bicara untuk pertumbuhan ekonomi tapi teknologi juga dapat dikembangkan dalam upaya membantu masyarakat Indonesia.
“Teknologi harus dapat berhadapan dengan isu bencana baik dari mitigasi, pencegahan hingga pada upaya untuk mengatasi bencana itu sendiri,” harapnya. (AKA).