Pengabdian Masyarakat Fikom Ubhara Jaya

oleh -

Bekasi, Nusantarapos.co.id – Penggunaan internet dan media sosial di kalangan remaja saat ini semakin sering menimbulkan masalah. Dampak negatif dari media sosial pada remaja pun beragam, dari kehilangan ruang lingkup sosial, merasa tidak aman dan nyaman terhadap apa yang ada pada dirinya, kecanduan gawai, kejahatan siber, hingga sindrom FOMO.

Fear of Missing Out (FOMO) merupakan jenis kecemasan yang banyak dirasakan oleh remaja saat ini. Ketika terkena sindrom FOMO, seseorang akan merasa takut dikatakan tidak update, tidak gaul, dan takut ketinggalan berita yang sedang santer berkembang. Ketakutan-ketakutan itu nantinya dapat menyebabkan efek samping pada fisik maupun psikologis.

Penggunaan gawai yang tidak bijak hingga menimbulkan efek negatif inilah yang membuat tim dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat, berupa seminar mengenai Fear of Missing Out (FoMO) dan Konsep Diri Remaja. Seminar diselenggarakan di SMA Negeri 1 Tambun.

Pemaparan tentang FOMO disampaikan oleh tim dosen FIKOM Ubhara Jaya, yaitu Imaddudin, M.I.Kom, Dian Sukmawati, M.I.Kom, Tri Alida A, M.I.Kom, dan Annisa Eka S, M.Si.. Selain dosen FIKOM Ubhara jaya, seminar diisi pula oleh Mpok Kabupaten Bekasi 2018, Christy Raina. Program pengabdian masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa, seperti melakukan riset hingga proses pelaksanaan.

Melalui seminar, tim Dosen FIKOM Ubhara Jaya ingin memberikan informasi dan pengetahuan bagi remaja agar memiliki konsep diri yang baik dalam penggunaan internet dan media sosial. Pembentukan konsep diri yang baik dapat dilakukan melalui personal branding. Remaja bisa melakukan personal branding salah satunya dengan memanfaatkan media sosial sebagai wadah untuk menampilkan potensi yang dimiliki, sehingga bisa menjadi contoh dan motivasi besar bagi khalayak luas.

Seminar dalam rangka pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan tambahan informasi dan pengetahuan kepada siswa siswi SMA N 1 Tambun, supaya lebih bisa mengelola diri saat bermedia sosial, sehingga dapat memberikan nilai positif bagi khalayak luas.