Mochammad Daffa Trinanda, Generasi Z Yogyakarta Pengembang Djuragan Kamar.

oleh -

Yogyakarta, Nusantarapos.co.id – Seorang mahasiswa di Yogyakarta melakukan inovasi menciptakan aplikasi pencarian kamar yang diberi namanya Djurkam atau Djuragan Kamar.

Berusia 19 tahun, Mochammad Daffa Trinanda atau yang akrab disapa Daffa, merupakan sosok anak muda yang ingin merubah paradigma mengenai generasi millenial saat ini.

Menurut Daffa, Generasi millenial atau Generasi Z terkenal dengan gaya hidup selalu hura-hura dan menghabiskan waktu dengan percuma.

“Saya ingin merubah paradigma itu dengan jalan membuat bisnis yaitu jasa manajemen hospitality yang saya ciptakan dan ini adalah murni karya anak bangsa,” ujar Mochammad Daffa Trinanda saat ditemui di Kantor Pusat Djurkam, Senin (20/1).

Menurut Daffa, menjadi generasi Z atau millenial dimaknai sebagai sebuah tantangan tersendiri. Diusia muda seharusnya sudah bisa memulai berpikiran ingin memiliki bisnis, apapun itu. Namun yang terbaik adalah produk asli Indonesia dan dikelola oleh tenaga muda tanah air.

Setelah melalui proses riset cukup panjang, Daffa akhirnya memilih jalan bisnis jasa manajemen hospitality Djurkam dengan menggunakan basis aplikasi.

“Untuk ini saya melalui proses yang tidak mudah namun karena ketekunan secara perlahan saya berhasil mengembangkan bisnis yang menjadi cita-citakan sejak dibangku sekolah dan tidak memilih jalan instan,” ungkapnya.

Djurkam, singkatan Djuragan Kamar sebuah bisnis jasa manajemen hospitaly yang telah ada sejak 2019 dan diperuntukkan bagi para owner pemilik bangunan, gedung hotel hingga kos kosan.

Terdapat dua sistem bisnis yaitu Reguler dan Premium dimana keduanya memberikan keuntungan yang hanpir sama.

Produk reguler diberikan secara gratis kepada klien, termasuk iklan, fitur aplikasi, berbagai program promo manajemen secara gratis tanpa dipungut. Kontraknya selama 6 bulan, hingga pelaku usaha merasakan manfaatnya.

Kedua, Produk premium, yakni Djurkam melakukan seluruh pengelolaan seperti mengelola pendapatannya, SDM, biaya biaya operasional, perbaikan gedung.
Kedua sistem tersebut, klien dapat mengakses seluruh data mengenai pendapatan dan biaya laba hingga transparansi kenaikan investasi.

“Kami bebaskan pemilik properti untuk memilih sistem yang mereka inginkan tanpa ada pemaksaan atau keharusan. Namun intinya saling menguntungkan semua pihak,” kata Daffa.

Daffa saat ini tercatat sebagai mahasiswa S1 Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Lahir di Jakarta, 6 Maret 2000.

Ia memiliki konsep untuk berbisnis sendiri diusia muda namun tetap mengedepankan aktivitas pendidikan di kampusnya.

“Untuk bisnis ini saya harus membagi waktu antara kantor, mengurus bisnis serta hobi olahraga outdoor yang saya gemari seperti berlari, bersepeda serta komunitas motor besar Harley Davidson.” cerita anak bungsu dari tiga bersaudara itu.

Hingga tahun 2020 Djurkam telah memiliki puluhan anggota diantaranya 44 gedung dengan sisitem Premium dan 2000 kamara dengan sistim Reguler. Seluruh anggota tersebut tersebar di seluruh Indonesia diantaranya Yogyakarta, Solo, Malang, Palembang dan kota lainnya.

Dengan bisnis yang digelutinya ini Daffa berharap generasi milenial dapat bekerja dan berpikir keras dalam setiap aktivitasnya.

“Yang terpenting adalah berproses seperti Djurkam yang dirintis dari nol, bermodal ide yang ada disekitar untuk menunjukkan pada dunia bahwa generasi Z khususnya di Yogyakarta mampu berbuat dan berkarya,” harap pria yang bertubuh atletis itu. (AKA)