FKUB Banten Imbau Masyarakat Salat Id di Rumah dan Silaturahmi Virtual

oleh -

Jakarta, NusantaraPos -Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten, KH Ahmad Imron mengimbau semua pihak terutama masyarakat Banten, mengikuti anjuran pemerintah dalam menghadapi wabah virus corona.

Ia meminta masyarakat menjalankan saran pemerintah untuk menjalankan ibadah di rumah masing-masing, guna memutus mata rantai penularan covid-19.

“Karena ajaran agama menjelaskan tentang mencegah kerusakan harus didahulukan ketimbang menghadirkan kebaikan. Hal-hal yang baik menurut masyarakat dari sisi agama, dampak sosialnya belum tentu baik juga bagi masyarakat,” ujar Gus Imron, sapaan Ahmad Imron, Jumat (22/2/2020).

“Jadi kita harus mendahulukan pencegahan dibandingkan menghadirkan kebaikan, ini berlaku untuk misalnya sholat di rumah saja, salat di masjid baik tapi kalau kemudian salat di masjid, semakin tersebarnya covid-19, yang sehat malah terpapar oleh orang yang sakit itu dampaknya akan lebih buruk. Maka pilihan salat di rumah jauh lebih aman, jangan sampai terpapar covid-19,” imbuh dia.

Apalagi, beberapa hari lagi umat Muslim akan merayakan idul fitri. Seiring dengan itu, umat melaksanakan salat id.

Karena mewabahnya corona, ia pun mengimbau agar masyarakat melaksanakan ibadah tersebut di rumah masing-masing.

“Negara sudah menginstruksikan dari sudut pandang agama dan fatwa sudah sangat jelas juga terkait dengan salat idul fitri, baiknya di rumah saja. Yang kita harus dahulukan adalah kesehatan masyarakat. Itu jauh lebih penting dibandingkan memaksakan pelaksanaan agama dengan nafsu bukan dengan ilmu. Ini dampaknya akan bahaya. Beragama itu harus dengan akal dan nalar yang sehat bukan dengan nafsu membabi buta,” ujar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten ini.

Gus Imron pun berharap agar masyarakat tak mudik lebaran. Karena aktivitas tersebut berpotensi semakin menyebarluaskan virus corona ke kampung halaman atau daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Pun termasuk mengunjungi keluarga untuk silaturahmi atau bermaaf-maafan, semasa hari raya. Ia menyarankan agar silaturahmi dilakukan secara virtual.

“Mengajak sekaligus mengimbau masyarakat pada tahun ini sebaiknya tidak mudik dan di rumah saja bersama keluarga tercinta. Silaturahmi bisa diacarakan secara online atau melaui medsos (media sosial),” tandas pengasuh Pondok Pesantren Darul Falahiyah.