Soal Keresahan Masyarakat, PLN: Tarif Listrik Tidak Naik

oleh -

Jakarta, Nusantara pos.co.id – Buntut keresahan para pelanggan PLN di Jakarta akibat dugaan kenaikan tarif dasar listrik secara sepihak, dibantah General Manager PLN Unit Induk Jakarta Raya Doddy B. Pangaribuan.

Menurut Doddy, pihaknya tidak menaikkan tarif listrik secara sepihak. Namun yang terjadi adalah listrik yang membengkak dihitung dari jumlah pemakaian pelanggan tiap bulannya. Jika pemakaian listrik di rumah semakin sering dilakukan, otomatis biaya yang dibebankan turut naik.

” Jadi saya tegaskan kembali bahwa tarif listrik itu tidak naik. Lagi pula, tarif listrik tidak naik sejak tahun 2017,” kata Doddy dalam diskusi virtual bersama wartawan, Rabu (10/6/2020)

Doddy lalu memberi gambaran soal survei konsumsi listrik di Jakarta pada Mei 2020. Survei dilakukan kepada 50 sampel pelanggan dari berbagai sektor.

Hasilnya, pemakaian listrik dari awal Bulan Mei pada sektor rumah tangga naik sebesar 4,73 persen. Sebaliknya, konsumsi listrik di sektor bisnis turun 11,38 persen, sektor sosial turun 9,52 persen, pemerintah turun 6,9 persen, dan sektor industri turun 15,8 persen.

Di Bulan Mei, Jakarta sedang menerapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masyarakat lebih banyak beraktivitas, belajar, dan bekerja dari rumah.

Saat PSBB, sejumlah perusahaan dan pusat perbelanjaan juga tutup. Beberapa dari mereka bahkan mengajukan penurunan daya hingga berhenti berlangganan.

“Ini mungkin menjadi penyebab dari banyaknya pelanggan kami yang cukup terkejut menerima tagihan listrik,” tutur Doddy.