Pasangan Petrus Kasihiw-Matret Kokop, Bebaskan Biaya Pendidikan dari TK Hingga Perguruan Tinggi Bagi Masyarakat Teluk Bintuni

oleh -

Jakarta, Nusantarapos.co.id – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Teluk Bintuni, Papua Barat, Ir Petrus Kasihiw, MT – Matret Kokop, SH tampil prima dalam debat terbuka yang disiarkan langsung oleh salah satu tv nasional, Jumat (27/11/2020). Debat tersebut digelar di Auditorium UNIPA Manokwari, Papua Barat.

Dalam debat terbuka bertema “Membangun Teluk Bintuni Sejahtera Dalam Harmoni Keberagaman” ini pasangan Ir Petrus Kaishiw, MT – Matret Kokop, SH sigap menjawab setiap pertanyaan yang diajukan pasangan Ali Ibrahin Bauw – Yohanes Manibuy.

Ir Petrus Kaishiw, MT memaparkan, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bintuni, saat ini pihaknya sudah membangun pelatihan industri dan migas. Bahkan sejak 2018 lalu pelatihan tersebut sudah menghasilkan 518 siswa yang bersertifikat internasional.

“Sebagian besar (lulusannya juga) sudah bekerja di proyek- proyek nasional dan tangguh,” tegasnya.

Petrus juga menyebut, saat ini pihaknya juga sudah bekerja sama dengan BP Tangguh dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk memperkuat kapasitas dan kualitas tenaga kerja orang asli Papua. Bersama Kemenperin, pihaknya juga sedang menggagas akan membangun Politeknik Industri untuk mendukung ketersediaan tenaga kerja di sektor migas dan industri.

“Untuk menambah fasilitas dan tenaga yang kita akomodir dari 7 suku sehingga mereka bisa berkiprah di negeri sendiri,” tambah Matret Kokop, SH.

Sementara untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan, sambung Petrus, pihaknya membebaskan biaya pendidikan alias gratis dari TK – hingga perguruan tinggi. Bahkan pihaknya juga memberikan bea siswa untuk pelajar atau mahasiswa berprestasi untuk sekolah luar negeri. Saat ini sudah ada 6 orang yang disekolahkan ke luar negeri.

“Jadi bantuan pendidikan sudah berjalan. Semua sudah digratiskan. Untuk perbaiki kualitas guru dengan mempersiapkan sarana pendidikan untuk menunjang pendidikan yang lebih baik. Saya kira yang sudah dilakukan ini sudah bagus. Tinggal kita perbaiki,” paparnya.

Terkait penanganan Covid-19, Petrus menuturkan, selama penanganan Covid-19, Teluk Bintuni yang sebelumnya masuk zona merah, saat ini mengarah ke lebih baik atau hijau. Artinya penanganan Covid-19 sudah dilakukan dengan baik oleh Pemda Teluk Bintuni.

“Terutama kesehatan dan penganan lainnya. Itu sudah kami lakukan. Sekarang kita perbaikan ke depannya. Untuk kesehatan di 28 distrik sudah ada puskesmas. Tinggal kita benahi saja,” ujarnya.