Community Day, PT. Semen Indonesia Tanam 1.000 Pohon Pisang

oleh -151 views

Nusantarapos – Dalam rangka memperingati Hari Bumi (Earth Day) 2019, Semen Indonesia menggelar “Community Day: Membangun Lingkungan” yang diselenggarakan di beberapa lokasi operasional perusahaan, meliputi Lhoknga (Aceh), Indarung (Sumatra Barat), Narogong (Jawa Barat), Cilacap Jawa Tengah, Rembang (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), Gresik (Jawa Timur) dan Pangkep (Sulawesi Selatan). Kegiatan yang melibatkan ratusan peserta dari karyawan, mahasiswa, komunitas dan warga sekitar ini akan digelar pada Senin (22/04) sampai dengan Sabtu (27//04).

Senior Vice President (SVP) of Production Semen Indonesia, Joko Sulistiyanto, menyampaikan bahwa Community Day 2019 ini merupakan bagian dari program Membangun Kekuatan, Memajukan Indonesia, sekaligus bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dalam kegiatan kali ini, Semen Indonesia mengajak karyawan bersama elemen masyarakat di sekitar perusahaan untuk melakukan aksi nyata dalam pelestarian lingkungan melalui beberapa bentuk kegiatan, seperti penanaman pohon, pelatihan pengelolaan sampah, kampanye pengurangan sampah plastik, aksi bersih kawasan pantai dan revitalisasi kawasan hutan bakau.

Sedangkan, di Pabrik Tuban pada peringatan Earth Day tahun ini melakukan penanaman 3.500 pohon Pisang Cavendish di area pasca tambang tanah liat Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Senin (22/4/2019). Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan sedikitnya 200 orang, dari perwakilan klub-klub binaan Semen Indonesia di Tuban dan dari petani greenbelt yang selama ini mengelola lahan greenbelt milik perusahaan, lanjut Joko Sulistiyanto.

“Penanaman pohon pisang di area pasca tambang tersebut selain untuk penghijauan, juga sebagai upaya perusahaan melakukan pemberdayaan masyarakat yang berada di wilayah pengembangan perusahaan, karena nanti yang mengelola tanamannya adalah masyarakat sekitar sendiri dan hasilnya pun dapat dinikmati oleh pengelolanya,” terangnya.

Menurutnya, di area pasca tambang tanah liat Tlogowaru ini bakal dibuat Eco Park Kambangsemi. Di Eco Park tersebut selain akan ditanami pohon pisang, juga akan ditanami pohon Alphokat. Selain itu, di Eco Park tersebut juga bakal didirikan kandang kambing. Sehingga, nantinya ditempat tersebut menjadi ladang ekonomi untuk masyarakat sekitar perusahaan.

Eco Park ini nanti yang mengelola masyarakat, hasilnya juga untuk masyarakat. Sedangkan, perusahaan hanya inisiasi dan melakukan pendampingan saja. Agar Eco Park tersebut berjalan sesuai dengan yang diharapkan, pungkasnya.

Diketahui bahwa, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) didirikan pada tahun 1957 di Gresik, dengan nama NV Semen Gresik. Pada tahun 1991, PT Semen Gresik merupakan perusahaan BUMN pertama yang go public di Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya, pada tahun 1995,
PT Semen Gresik (Persero) Tbk melakukan konsolidasi dengan PT Semen Padang dan
PT Semen Tonasa yang kemudian dikenal dengan nama Semen Gresik Group.

Dalam perkembangannya pada tanggal 7 Januari 2013, PT Semen Gresik (Persero) Tbk bertransformasi menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan berperan sebagai strategic holding company yang menaungi PT Semen Gresik, PT Semen Padang,
PT Semen Tonasa, dan Thang Long Cement Company.

Pada tanggal 31 Januari 2019, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) telah resmi mengakuisisi 80,6% kepemilikan saham Holderfin B.V. yang ditempatkan dan disetor di PT Holcim Indonesia Tbk. Selanjutnya pada tanggal 11 Februari 2019, melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, telah disahkan perubahan nama PT Holcim Indonesia Tbk menjadi
PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.

Saat ini, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk merupakan perusahaan BUMN semen terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara dengan kapasitas terpasang sekitar 53.0 juta ton semen per tahun.