PPM Dirikan Koperasi Digital Solusi Indonesia untuk Lebih Memajukan Pertanian

oleh -

Jakarta, NUSANTARAPOS.CO.ID – Di tengah pandemi covid-19 Pemuda Panca Marga (PPM) yang saat ini dikomandoi oleh Samsudin Siregar menciptakan sebuah peluang bagi dunia pertanian di Indonesia dengan mendirikan Koperasi Digital Solusi Indonesia (KOPI). Pandemi covid-19 ini adalah virus yang tak bisa disepelekan karena sangat berbahaya dan mematikan, akan tetapi kita jangan berdiam diri menghadapinya.

“Kita perangi dengan cara melindungi diri dengan cara perhatikan protokol kesehatan dan menghindari media media yang dapat menularkan seperti memegang uang saat berbelanja, sebaiknya mengunakan APD seperti sarung tangan dan sering mencuci tangan, usai bepergian sampai di rumah langsung mandi dan lain sebagainya,” demikian diungkapkan oleh Ketua Umum PPM Samsudin Siregar usai menggelar MoU dengan perusahaan internasional di Menara Imperium, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2020).

Lebih lanjut Samsir sapaan akrab Samsudin Siregar menyatakan apa yang menjadi perhatian dari pemerintah pusat dan daerah mari kita dukung demi keselamatan bersama. Untuk turut membantu himbauan pemerintah itu, maka kami memberikan solusi dengan membuat Koperasi Digital Solusi Indonesia guna mempermudah dan meminimalisir proses penularan menjadi lebih aman jika bertransaksi dengan menggunakan layanan m-bankit atau digital.

“Adapun tujuan dari didirikannya KOPI ini adalah untuk membantu pertanian yang ada di Indonesia, dimana kami akan mengakomodir mereka dari segi penjualan maupun proses bertani yang baik dan benar. Jadi ketika stok pertanian sedang melimpah harga mereka tidak anjlok karena kita beli tampung hasilnya untuk tetap dijadikan bahan makanan,” katanya.

Samsir menambahkan sebagai wadah organisasi anak para veteran, PPM akan memaksimalkan anggota ataupun pengurus di 34 provinsi untuk mensosialisasikan KOPI ini. Terlebih menurut catatan Kemenkumham anggota kami saat ini memiliki sekitar 5 juta orang, maka akan memudahkan koperasi digital ini untuk berkembang.

 

“Bagaimanapun ketahanan pangan saat ini sangatlah diperlukan terlebih dengan adanya pandemi covid-19, sehingga kami lebih fokus menyediakan pangan bagi masyarakat. Ke depan tidak menutup kemungkinan kami juga akan bekerjasama dengan para stakeholder ataupun instansi pemerintah terkait demi terciptanya ketahanan pangan yang berkesinambungan,” tegas anggota Komisi III DPR RI periode 2014-2019 tersebut.

Sementara itu Wakil Sekjen PPM Sabena, S.Ikom., M.Ikom., mengungkapkan di bawah kepemimpinan beliau yang memiliki pemikiran visioner, dan berusaha mendukung pemerintah dengan sepenuh hati. Dalam hal ini mendukungnya bukan hanya wacana tapi beliau menciptakan hal yang positif dengan cara membuat suatu bisnis di bidang digital yang saat ini disebut KOPI.

“Tujuan didirikannya KOPI adalah untuk memberdayakan seluruh kader ataupun anggota PPM serta masyarakat lainnya bisa juga ikut bergabung. Karena di KOPI ini selain untuk pemberdayaan juga bisa mencegah atau menekan penyebaran covid-19,” ujarnya.

“Selama ini proses penularan bisa terjadi salah satunya akibat masyarakat masih bertransaksi menggunakan uang konvensional, sehingga dengan adanya transaksi digital seperti yang diterapkan di KOPI maka akan menurunkan proses penularan. Ke depan transaksi digital pasti akan diterapkan terlebih di negara-negara lain juga sudah menerapkannya,” ucap Sabena Dosen Fakultas Komunikasi Universitas Mercu Buana.

Menurut Sabena, diperlukan edukasi dan sosialisasi dari pemerintah akan manfaaat dari sistem digital saat ini. Dengan adanya digitalisasi dapat mempermudah transaksi pembayaran, dan dapat menekan/mengurangi memutus mata rantai penularan covid 19.

“Ketika masyarakat sudah mendapatkan edukasi atau pemahaman akan manfaat positif dari sistem digital dan dapat melindungi diri mereka dari penularan covid-19 maka masyarakat akan langsung menyesuaikan diri. Sisi positif dan weakness (kelemahan)nya juga harus diinformasikan kepada masyarakat agar mereka mengetahuinya,” ungkapnya.