Sinergi Dosen Universitas Wijaya Putra bersama Masyarakat Dusun Hendrosalam Gresik

oleh -

Gresik, Nusantarapos – Usaha Batik assalam RYY (Rani, Yani dan Yuli) di Dusun Hendrosalam RT 02 RW 04 Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik mengalami peningkatan omzet.

Ide usaha batik tersebut berawal dari banyaknya pohon lontar dan pohon lain seperti jambu mente, mangga dan kelengkeng di wilayah tersebut.

Di dusun Hendrosalam juga berdekatan pula dengan tempat wisata Lontar Sewu. Dari sinilah ide tersebut lahir agar di tempat wisata tersebut ada oleh oleh khas dari Dusun Hendrosalam. Warga khususnya ibu-ibu mulai belajar membatik dengan bahan alami dengan mengikuti pelatihan membatik ikat celup yang diajarkan oleh team Abmas dari “Dewi Suprobowati”, miskan dan mulus Sugiharto dimana team tersebut semuanya dari dosen Fisip.

Dari pelatihan dan pendampingan abmas inilah mitra batik Assalam RYY bisa berkembang dengan cepat. Hal ini terbukti adanya varian produk batik yang awalnya hanya kain saja dengan beberapa model desain, kini berkembang dengan beberapa model.

Agar penjualan bisa lebih berkembang maka dibuatlah produk syal, baju, sapu tangan, tas, masker, mukena, tempat tisue dll.

Di era pandemi ini tidak mudah untuk memasarkan produk tersebut. Maka mitra ini atas bimbingan dari team Abmas melakukan penjualan / pemasaran melalui online. Hasilnya pun cukup menjanjinan apalagi di tengan pandemi, kunjungan masyarakat di tempat wisata Lontar Sewu terbilang sepi.

Bahkan untuk model yang dipesan artinya desain kain juga mengikuti selera pembeli. Dari sinilah banyak masyarakat yang melakukan pesanan karena bisa sesuai selera, baik warna maupun desain batiknya.

“Dan bersyukur sekalipun di era pandemi batik Assalam ini tetap eksis dan produk yang di buat juga menyesuaikan kondisi yang ada saat ini,” ujar Dewi Suprobowati.

Dalam satu bulan tidak kurang dari 10 kain batik, 5 baju, 10 mukena, 30 syal, 40 jilbab, 150 masker. Dengan adanya varian produk maka pendapatan untuk mitra Batik Assalam RYY semakin meningkat.

“Hal ini adalah langkah awal untuk bisa menopang perekonomian ibu ibu sekaligus mengembangkan produk batik Assalam RYY untuk mengisi oleh oleh wisata lontar sewu”, terang Dewi Suprobowati.

Dengan kegiatan tersebut team dosen berharap masih ada perkembangan untuk ibu-ibu yang belum ikut bergabung. Hal ini dilakukan agar meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Khususnya yang belum mempunyai pekerjaan.