Bawaslu adakan Rapat Koordinasi dengan Stakeholder dalam Hadapi Pemilu

oleh -

Nusantarapos,-Hari ini, Senin 14/5/18 bertempat di aula Kelurahan Sidoharjo Pacitan diadakan Rapat Koordinasi Dengan Stakeholder pada Pilgub dan Cawagub tahun 2018, yang membahas mengenai sangsi apabila ada indikasi money politik serta cara pemasangan bendera partai yang diperbolehkan.

Dari keterangan ketua Bawaslu Berly Stefanus, yang bisa dipasang dalam rangka menjelang pemilu hanya yang ada logonya saja dan dibendera tersebut tidak boleh ada no urut cagub/cawagub serta nama cagub/cawagub.

Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 50 orang, diantaranya Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pacitan Nurul Huda , Ketua Bawaslu Berty Stefanus , Ormas Banser , Ormas Ansor , serta perwakilan dari masing masing partai.

Selain tersebut di atas tujuan rapat ini juga untuk menjaga kondusifitas pemilukada mendatang.

Sedangkan anggota Bawaslu, Syamsul Arifin menambahkan, “Untuk aturan berbuka puasa menurut bawaslu merupakan kegiatan berbau money politik, tapi kalau ada surat ijin keterangan dari bawaslu baru diperbolehkan. Dan ada 4 Potensi yang bisa membatalkan pilgub diantaranya :
1.Pesan Pesan politik atau penyampaian yang berbau politik yang diselipkan apabila ada kegiatan keagamaan yang dilakukan oleh cagub/cawagub tersebut.
2.Kampanye sekaligus memberi pemberian alat alat ibadah terhadap masyarakat dengan maksud berbau politik ,pemberian itu haruslah memang sesuai dgn ketentuan yg di agama masing.
3.Tidak diperbolehkan kampanye dirumah ibadah.
4.Tidak diperbolehkan kampanye di sekolah atau ditempat penyelenggar pendidikan.
Dan semua bentuk pemberian diperbolehkan asal tidak boleh ada unsur kampanye/ada unsur politik tertentu”.

Di sisi lain, Ketua Kementerian Agama Pacitan Nurul Huda mengatakan “Ormas Islam yang mengikuti Pilgub dan Pilkada tersebut haruslah sportif dan adil serta tidak memihak terhadap salah satu calon.
Dan ormas islam seharusnya ikut menjaga kondusifitas pemilikada.”

Iapun berharap agar ormas-ormas Islam yang ada di Pacitan ini bisa ikut menjaga dan mensukseskan pemilukada dengan cara yang benar , bersih , sportif. “Dan yang paling penting Pacitan harus kita bangun bersama-sama karena perbedaan itu adalah sunnatullah, perbedaan itu indah, dan karena perbedaan itulah yang membuat kita lebih kuat,” pungkasnya.(STV)