Peternak Sapi Potong Desa Bandar Dapatkan Pendampingan dari Pemerintah dan UGM

oleh -

Nusantara Pos,-Dalam rangka menciptakan Sistem Pertanian Terpadu ,pada tahun 2018 Direktorat Pengabdian Kementerian Riset Dan Pendidikan Tinggi bersama Direktorat Pengabdian Kepada Masyarakat ,Universitas Gadjah Mada serta Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan melakukan pendampingan petani dan peternak di desa Bandar kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan untuk merealisasikan terwujudnya Sistem Pertanian Terpadu yang diawali dengan mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik.Tujuan besar dari kegiatan ini adalah menciptakan Wilayah Agropolitan di Kecamatan Bandar Kabupaten Pacitan melalui kelompok Sentra Peternakan Rakyat.

Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pacitan, Kecamatan Bandar mempunyai karakteristik dan potensi unggulan sebagai kawasan Agropolitan, dengan populasi ternak, terutama sapi yang cukup tinggi.Peternak sapi potong di Desa Bandar Kecamatan yang tergabung dalam Sentra Peternakan Rakyat (SPR) CV.Lembu Lestari mempunyai sapi yang menghasilkan kotoran cukup banyak, tetapi kotoran tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai pupuk organik.Disisi lain sebagian besar wilayah Kecamatan Bandar merupakan kawasan pertanian yang sementara ini menggunakan pupuk kimia dan belum banyak memanfaatkan pupuk organik terutama pupuk hasil produksi sendiri.

Menurut informasi dari Ketua Tim Pengabdian Universitas Gadjah Mada Dr Drh.Soedarmanto Indarjulianto, kegiatan ini merupakan Program Hilirisasi Teknologi Tepat Guna dari Perguruan Tinggi ke masyarakat dalam pemanfaatan limbah peternakan.Saat diwawancarai Nusantara Pos beliau menuturkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini diawali dengan sosialisasi penyuluhan tentang pemanfaatan kotoran sapi menjadi pupuk organik, dilanjutkan dengan pendampingan dilapangan dalam renovasi Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) dan pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik.

“Kegiatan ini menggunakan/memanfaatkan kotoran 20 ekor sapi di kandang kelompok SPR di desa Bandar. Pendampingan dilapangan meliputi renovasi UPPO, pengumpulan kotoran dari kandang, pemindahan ke UPPO, pengeringan dan penggilingan. Kegiatan ini berhasil membuat percontohan produksi pupuk organik asal kotoran sapi bagi masyarakat, terutama petani peternak di desa Bandar serta sekitarnya dan sudah berhasil memproduksi pupuk organik sebanyak tidak kurang dari 5 ton perbulan,”ungkap Dr Drh.Soedarmanto Indarjulianto, Jumat (9/11)

Ia juga menambahkan bahwa selain pengolahan pupuk organik, ada beberapa kegiatan/topik yang mendukung terciptanya pertanian terpadu.Setiap topik didahului dengan sosialisasi dulu baru dipraktekan dilapangan dan tema sosialisasinya ada 4 yaitu :
1.Sosialisasi Integrated Farming/pertanian terpadu
2. Pengolahan Pupuk dan Biogas.
3. Budidaya dan Pengolahan Jahe hasil kebun para petani..
4. Pembuatan Mineral Blok untuk mencukupi kebutuhan gizi sapi potong.

Pelaksana teknis dilapangannya adalah Anggota dan Pengurus Sentra Peternakan Rakyat CV.Lembu Lestari dengan manajer Drh.Mahendra Setya Hantoro dan dibantu oleh Dosen dari Universitas Gadjah Mada :
1. Dr.Drh.Soedarmanto Indarjulianto
2. Dr.Drh.Yanuartono, MP
3. Dr.Slamet Widiyanto, SSi, MSc
4. Prof. Dr.Ir.Sumadi, MS
5. Drh. Alfarisa Nururrozi, M.Sc. beserta narasumber lain, asisten dan mahasiswa FKH UGM.
Berkolaborasi dengan Kepala Dinas Pertanian Pacitan Ir.Pamuji, MP beserta jajarannya,
Serta Konsultan dari luar UGM :
1.Prof.Okid Parama Astirin.
PS. Biologi. Fakultas MIPA Universitas Sebelas Maret.
2.Dr.Suparni Setyowati Rahayu. Program Studi Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang.(STV)