Dinsos Jatim Gelar Simulasi Evakuasi Bencana Alam Mandiri, Sebagai Langkah Penanggulangan Bencana

oleh -

Nusantarapos,-Kabupaten Trenggalek menjadi tuan rumah simulasi siaga bencana mandiri dengan diikuti 20 Kabupaten dan Kota Se-Jatim. Selain itu juga diikuti sebanyak 769 anggota Tagana dan KSB.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan atensi siaga bencana agar masyarakat mampu secara mandiri sebagai upaya awal penanggulangan bencana alam.

Disampaikan Ratna Sulistyowati Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Trenggalek, pelaksanaan apel siaga bencana kemarin yang mempunyai hajat adalah Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dengan mengambil lokasi di Trenggalek.

“Jadi yang mempunyai hajat kemarin adalah Dinsos Provinsi Jatim, sedangkan pelaksanaan tersebut merupakan tindak lanjut dari Kampung Siaga Bencana (KSB). Sementara di Trenggalek sendiri telah memiliki dua KSB, yakni KSB Sumbreng Kecamatan Munjungan yang telah berjalan sekitar 5 tahun dan KSB Kecamatan Panggul yang di gagas pada tahun 2018 kemarin,” ucapnya Minggu (5/5/2019).

Dikatakan Ratna, atensi pada siaga bencana ini agar masyarakat untuk di didik tujuannya supaya bisa mandiri. Langkah tersebut sebagai upaya penanggulangan bencana pada saat awal terjadinya bencana. Sebab jika terjadi bencana alam dan masyarakat hanya menunggu dari regu penolong, belum lagi ketika akses terputus dan lainnya maka akan terjadi banyak korban.

“Dengan adanya KSB ini maka mereka telah mempunyai lumbung sendiri, lumbung tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat mulai dari logistik hingga peralatan dapur,” terangnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan kemarin, untuk KSB Sumbreng Munjungan sendiri ada pengembangan, bahwa masyarakat Munjungan yang peduli terhadap bencana. Semua dilatih bagaimana simulasi terkait penanggulangan bencana. Selain itu juga ada suport untuk isi lumbung dengan mendapatkan dana sekitar Rp 91 juta.

“Dalam hal penanggulanan bencana alam tidak mungkin bisa dilakukan sendiri, maka dari itu dilakukan koordinasi lintas sektor seperti mengundang BPBD Provinsi, Baznas bahkan dari BUMN,” tuturnya.

Ratna juga menegaskan, bahwa kemarin itu merupakan hajat Dinas Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Sosial Kabupaten Trenggalek serta melibatkan TAGANA dari 20 Kab/Kota dengan melibatkan 769 TAGANA dan ditambah KSB Sumbreng dari Munjungan. Maka kemarin BPBD merupakan selaku undangan, bukan sebagai penanggungjawab kegiatan.

“Bicara tentang hal KSB, KSB itu memang dilatih secara mandiri, karena jika hanya menunggu bantuan yang semua pusatnya di kota maka disaat bencana akan semakin banyak korban. Maka dari itu mereka di didik mandiri sebagai upaya pertolongan pertama disaat bencana,” imbuhnya.

Ditambahkan Ratna, bahkan luar biasanya KSB Sumbreng Munjungan sudah mempunyai ide untuk menggalang dana swadaya dari masyarakat dengan menempatkan kotak penggalangan dana di warung dan lainnya. Dengan tujuan untuk dikelola sebagai penanggulangan bencana secara mandiri oleh KSB tersebut