Sosialisasi Jiwa Semangat Nilai 45, Di Hadiri Bupati Agung

oleh -

Lampung Utara, Nusantara Pos – Bupati Lampura (Lampura), H. Agung Ilmu Mangkunegara menghadiri acara Pembukaan Sosialisasi Jiwa Semangat Nilai (JSN) 45 Tingkat SLTP, MTSN dan Pondok Pesantren (Ponpes) se-Kabupaten Lampung Utara (Lampura), di Aula Tapis kantor Pemda setempat, Selasa (23/7/2019).

Kegiatan yang di prakarsai LVRI Lampura itu, dihadiri Dandim 0412/LU, Letkol Inf Krisna Pribudi, diwakili Pabung Tbb – Mayor Inf A. Sunarya, Ketua LVRI Provinsi Lampung – Mayor (Purn) Hi. S. Supardi, Ketua LVRI Lampura – Hi Saleh Ahmad, Kapolres – AKBP Budiman Sulaksono S.IK, Sekda – H. Sopyan, para Kepala Dinas/Badan dan para pelajar.

Ketua LVRI Lampura, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Lampura dan seluruh elemen masyarakat yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Saya ucapkan terimakasih kepada bapak Bupati yang telah mendukung acara JSN 45, dengan dilatar belakangi generasi 45 dan generasi saat ini semakin memudar dan lunturnya jiwa pejuang,” tutur Datuk Saleh Ahmad.

Menurut Datuk Saleh Ahmad, JSN 45 tidak diperoleh dengan seketika, akan tetapi banyak sekali pengorbanan pahit getirnya rakyat merasakan, mulai dari kesusahan, kelaparan, tidak memiliki pakaian. Namun dengan Semangat pantang menyerah dan dengan senjata seadanya dapat mengusir para penjajah yang memiliki senjata lebih lengkap dan modern kala itu.

“Pada tahun 1945, kita mendapat kemerdekaan, para pejuang di Lampung Utara juga mempertahan tiap jengkal wilayah, bahkan pertempuran di Baturaja banyak memakan korban, tapi alhamdulilah kita dapat memenangkan pertempuran itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lampura dalam sambutannya, mengapresiasi dan mendukung kegiatan tersebut. “Acara ini sangat luar biasa, acara ini yang kita nanti-nantikan selama ini. Indonesia adalah Negara terbesar bagaimana para pejuang menyatukan bangsa ini, dan sekarang anak-anak ‘jaman now’ tinggal menikmati kemerdekaan,” kata Bupati Agung.

Lebih dalam Bupati Lampura mengatakan, kemerdekaan itu, bagaikan sebuah bangunan, membangun memang mudah, tapi mempertahankan yang susah, begitu juga seperti para pejuang terdahulu tidaklah mudah merebut kemerdekaan, namun jaman sekarang banyak musuh dari dalam itu sendiri yang ingin mempecah belah bangsa.

“Sekarang musuh kita bukan lagi senjata, tapi musuh saat ini adalah Narkoba, Medsos yang ingin mempecah belah bangsa, maka dari itu kita sekarang harus mempertahankan kemerdekaan yang sudah di perjuangan oleh Para pejuang terdahulu,” pesan Bupati, mengakhiri sambutannya.

Kemudian, acara dilanjutkan penyerahan Buku tentang Kemerdekaan Bangsa Indonesia tahun 1945, kepada para pelajar tingkat SLTP, MTSN dan para Santri Ponpes Darul Khair. (P15)