Hari Pajak, KPP Pratama Tuban Diskusi Bersama Insan Pers

oleh -

Tuban, Nusantarapos – KPP Pratama Tuban melaksanakan silaturrahmi dengan awak media Tuban di Aula Kantornya Jl. Pahlawan, Kabupaten Tuban, Selasa (23/7) malam.

Awak media yang hadir duduk bersama sembari menikmati hidangan yang disajikan. Acara beragendakan sosialisasi, tanya jawab serta diskusi untuk memahami perpajakan di Indonesia. Mulai dari pajak secara daerah hingga pajak secara nasional juga dibuka untuk dipelajari bersama.

Malam itu, insan Pers disuguhi sebuah tayangan video tentang Reformasi Perpajakan dari masa ke masa. Dalam tayangan video itu menceritakan tentang embrio terbentuknya kantor perpajakan dari awal. Sejarah dimulai sejak reformasi perpajakan pada tahun 1981, hingga masa kini dimana perpajakan sudah melalui beberapa perubahan menjadi lebih baik.

Dari awal diharapkan penerimaan pajak akan selalu meningkat. Karena dalam berjalannya waktu, perpajakan Indonesia berubah menjadi garda terdepan untuk mendulang pendapatan Negara. Dewasa ini, sekitar 80 persen perolehan yang diterima Negara bersumber dari pajak.

Dengan paparan video terssbut jelas membuka cakrawala wartawan untuk mendalami tentang pajak. Bahkan wartawan diajak untuk mendorong pemahaman pajak dengan tinta yang dijadikan bahan tulisannya. Sebab, peran awak media sangat berpengaruh, khususnya media sosial yang sedang digandrungi kaum muda.

Kantor yang sudah berdiri sejak tahun 2007 itu sudah menghimpun pajak untuk pembangunan, khususnya di Kota Bumi Wali tersebut. Di kantor ini pulalah banyak Wajib Pajak yang sudah membuat Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

Kesadaran akan pentingnya pajak terus digenjot untuk mendulang rupiah penerimaan pajak. Berbagai cara seperti sosialisasi kepada pengusaha besar hingga UMKM, hingga penyampaian visi dan misi serta pendekatan secara persuasif.

Diketahui di tahun 2019 ini target penerimaan pajak di Kabupaten Tuban sebesar Rp 712 Milyar. Hingga bulan Juni Tahun 2019 ini baru tercapai 43 persen dari target penerimaan. Upaya untuk mencapai target adalah kemudahan berkomumunikasi dengan jumlah wajib pajak terdaftar yang berjumlah sekitar 98.000 wajib pajak. Namun baru sekitar 6.000 wajib pajak yang sudah membayarkan dan melaporkan pajak secara rutin.

Untuk mengupayakan perolehan pajak secara optimal lainnya dimulai dari pendekatan hal sederhana. Semisal menyapa dengan Broadcast di media sosial untuk mengedukasi wajib pajak bahwa pelaporan pajak tidak sesulit dan menyeramkan yang dibayangkan.

“Tidak ada di bumi indonesia yang terlepas dari pajak. Hampir seluruhnya pembangunan di biayai pajak. Kadang masih ada sebagian masyarakat yang belum paham dengan pajak. Kita luruskan dan kita informasikan manfaat dan peran pajak. Upaya ini kita lakukan agar pemahaman pajak bisa disampaikan dengan baik wartawan,” ujar Kepala KPP Pratama Tuban, Eko Radnadi Susetio. (HAN)