Penyerahan Ikan Cupang oleh Paguyuban Wartawan Atasi DBD

oleh -691 views

Nusantarapos,-Guna mengatasi demam berdarah (DBD) , selain melakukan voging, cara lain yang dilakukan oleh Paguyuban Wartawan Pacitan adalah mengadakan pembagian 2000 ikan cupang. Penyerahan tersebut dilakukan oleh Ketua Paguyuban Wartawan Pacitan (Danur) kepada Camat Pacitan Topan dan Kepala Kelurahan Ploso Faisal Nurul Huda S,IP. Acara tersebut juga dihadiri oleh Dinas Kesehatan, beberapa kader Maharani dari warga Ploso, Bidan Puskesmas dan Dokter.

Kepala Dinas Kesehatan, dr. Eko Budiono, M.M., Minggu (10/2/2019) menyampaikan “Salut untuk warga desa Ploso yang di pimpin Pak Lurah bareng- bareng bersama warga berantas DB. Semoga saja pemberantasan sarang selesai dalam kurun waktu 4 minggu, sasaranya bebas jentik lebih dari 95% dan kalau bisa melibatkan seluruh rumah warga.”

Ikan Cupang tersebut akan dialokasikan tiap sumur dan kamar mandi warga baik yang terjangkit maupun tidak, dengan tujuan memberantas jentik nyamuk demam berdarah.

Sementara Camat Pacitan mengatakan, “Meledaknya wabah demam berdarah di kecamatan Pacitan Kelurahan Ploso menjadi 27 kasus membuat kami kaget, padahal kami memiliki 48 ibu-ibu kader Siaga Maharani yang sudah bergerak mulai Desember 2018. Sehingga kami langsung koordinasi dengan Kecamatan, Dinas Kesehatan, Puskesmas untuk segera mengadakan acara secara serentak . Kegiatan ini rencananya diadakan setiap minggu, pihak kami menghimbau melalui Ketua Rt dan Rw se-Kelurahan Ploso untuk melaksanakan gerakan mandiri dilingkungan masing-masing.”

Sinergisitas antara warga masyarakat dengan pemerintahan merupakan bukti nyata dalam membangkitkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama bertanggung jawab terhadap lingkungan rumah tinggal warganya .

Kegiatan tersebut  dilakukan secara berkala untuk pengantisipasian oleh kader, masyarakat dan pihak Puskesmas memantau jentik-jentik bak mandi, ban bekas, kaleng bekas, gelas plastik, botol-botol kemudian genangan menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak. Salah satu contoh, bahwa masyarakat tumbuh kebersamaan tanpa mengenal perbedaan satu dengan yang lain mengutamakan toleransi bersama.(AW).