DLHK DIY Fokus Kendalikan Sampah Plastik

oleh -

Jogjakarta,Nusantarapos.co.id- Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY akan terus melakukan upaya untuk mengendalikan pertumbuhan sampah plastik di DIY.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan DLHK DIY Yohanes Agus Setiyanto di Gedung DPRD DIY, (20/11).

“Perkembangan volume sampah di DIY terus bertambah dengan rata-rata 600 ton perhari dan diharapkan dapat terjadi pengurangan hingga 30%,” ujar Yohanes Agus Setiyanto.

Ia menjelaskan, permasalah sampah tidak dapat terelakan lagi bagi DIY sebagai kota yang terus berkembang terlebih sampah rumah tangga. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan sebagai tempat pembungan terus mengalami peningkatan terutama sampah plastik.

“Sampah plastik adalah fokus utama bagi kami, karena pertumbuhannya tidak dapat dikendalikan, terlebih dengan masih banyaknya warga menggunakan plastik dalam kesehariannya,” jelasnya.

Produsen plastik seharusnya dapat bertanggung jawab lebih atas perkembangan sampah yang terjadi di DIY. Diperlukan juga pengelolaan plastik yang tepat guna seperti dengan cara bank samppah atau daur ulang.

“DIY telah memiliki sekitar 700 lebih bank sampah di DIY namun tidak semuanya dalam keadaan baik secara pengelolaan maupun finansial, ini juga yang akan kami perkuat kedepannya,” tuturnya.

Ketua Jejaring Olah Sampah Mandiri DIY Bambang Suwerda, mengungkapkan bank sampah sangat dibutuhkan oleh masyarakat DIY sebagai wadah untuk dapat menyalurkan sampah rumah tangga yang akan dibuang.

“Sampah rumah tangga merupakan salah satu faktor penyokong jumlah sampah yang cukup banyak di DIY, oleh karenanya dibutuhkan wadah untuk mengumpulkan sampah-sampah tersebut seperti bank sampah,” ungkap Bambang Suwerda.

Namun lanjutnya, pengelolaan sampah yang terpenting adalah penanganan dan pengurangannya serta harus adanya edukasi kepada masyarakat bahwa sampah adalah permasalahan bersama.

Cara yang terbaik adalah mengurangi sampah, memilah sampah, memanfaatkan sampah kepada yang membutuhkan seperti pengrajin olahan plastik.

“Bank sampah yang kami kelola telah melakukan kerjasama dengan sejumlah pengrajin yang akan mengambil sampah untuk diolah menjadi barang yang lebih bermanfaat,” pungkas Bambang.

Dengan adannya bank sampah yang telah tersebar di lima Kabupaten dan Kota di DIY diharapkan dapat tertangani dengan baik secara penanganan maupun pengelolaan.

“Targetnya tahun 2025, permasalahan sampah terutama plastik terjadi penurunan yang signifikan dan sebagai penguatan diharapkan dapat diiterbitkan PerGub tentang sampah di DIY dalam waktu dekat,” harap Bambang Suwerda. (AKA).