Rumah Tahanan Negara ( RUTAN) Kelas IIB Pacitan Akan Dibuat Menjadi WBK Dan WBBM

oleh -

PACITAN,NUSANTARAPOS,- – Media Gathering, dalam rangka Kolaborasi dukung resolusi pemasyarakatan tahun 2020 di rutan Pacitan kelas II B jalan Ronggo Warsito nomor 5 Pacitan Kamis ( 27/2/2020).

Plh Kharutan, Kasubsi Pelayanan Tahanan Nurkholis memaparkan, lapas dan rutan se Indonesia akan dibuat menjadi “Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)” sampai saat ini masih dalam proses penggodakan.

” Terkait dengan kemudahan pelayanan, kami akan menyediakan selfservice, dengan tujuan memberikan kemudahan bagi binaan dan keluarga binaan bila ingin mengetahui kapan mendapatkan remisi dan kapan masa tahanan selesai, maka cukup menunjukan ktp dan sidik jari disitu akan muncul data yang diperlukan,”kata Nurkholis.

Ada beberapa program yang harus tersampaikan antara lain di bidang ke Agamaan yang bekerja sama dengan Kemenag, kerajinan dan program remisi cuti bersarat dan pembebasan bersyarat.

” Saat ini kami masih memproses menuju zona integritas melalui wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi bersih melayani dengan memperbaiki serta merubah sistem yang ada seperti pembuatan selfservice ini,”tegas Nurkholis.

Warga binaan dirutan kelas II B Pacitan berjumalah 104 orang terbagi 102 pria dan 2 perempuan. Kategori kasus yang paling tinggi dengan masa tahanan 13 tahun dalam kasus pasal 81 UU nomor 35 tahun 2014.

Ditempat yang sama Kepala Keamanan Ruamah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Nurhadi mengatakan, rutan ini terjadi satu organisasi, yang terdiri dari karutan dibantu oleh tiga kasusi pelayanan tahanan, kasusi pengelolaan dan kasusi keamanan.

” kami sebagai kepala keamanan, mengamankan situasi kondisi yang ada disini. Terkait dengan adanya isu jual beli tempat baik itu meja maupun kursi bagi pengunjung, saya mengatakan dengan tegas bahwa petugas yang disini tidak pernah melakukan hal – hal seperti itu,” jelas Nurhadi.

Harapannya warga binaan yang sudah mendapatkan didikan dan pelatihan selama dirutan, agar bisa diterima sebagai masyarakat seutuhnya sesuai karakter yang dimiliki. (ags)