Mendekati Akhir tahun, Angka Perceraian di Probolinggo Berkurang

oleh -

Kraksaan, Nusantarapos – Nusantara pos. Angka perceraian di Kabupaten Probolinggo mengalami penurunan mendekati akhir tahun, baik itu Cerai Talak(CT) atau Cerai Gugat (CG). Dalam sebulan terakhir, perkara cerai yang diputus Pengadilan Agama (PA) Kraksaan tak sampai 200 kasus.

Panitera Muda Hukum PA kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Safiudin mengatakan, pada September lalu, perkara CG yang diputus mencapai 140 namun di bulan Oktober angka turun menjadi 132 perkara.

“Dibanding bulan sebelumnya, di Oktober kasus perceraian mengalami penurunan. Bahkan yang CT ini turunnya sampai 26 perkara dari 89 perkara di September menjadi 63 perkara di Oktober,” ujar Safiudin, Senin (23/11/2020).

Dikatakan Safiudin, penyebab perceraian masih tetap didominasi faktor pertengkaran yang sering terjadi di dalam mahligai rumah tangga. Namun selain, faktor ekonomi juga menjadi pemicu.

“Saat ini faktor pertengkaran berkurang menjadi 50 dari 60 persen, kalau faktor ekonomi meningkat 40 persen Biasanya kamu hanya 30 persen, mungkin karena pandemi yang berkepanjangan ini, ” Jelasnya.

Lain hal yang di ungkapan, oleh lawyer( pengacara),muda Syaifuddin SH ” Penyebab yang terjadi yang masuk di kantor kami adalah Suami berkerja Istri berkerja jadi pulang dari kerja, suami istri sama sama nuntut hak dan kewajiban jadi sering selisih, penyebab kedua adanya pihak ketiga karena istri kerja di pabrik rokok, suami kerja di luar sama sama sibuk, faktor ekonomi juga termasuk, di pabrik rokok itu kadang suami gak kerja istri yang kerja jadi kebutuhan sehari hanya untuk makan,
Akhirnya sering bertengkar ” Ungkapnya.

Menurutnya angka perceraian disyukuri oleh Udin, sapaan akrabnya. Ia beehai angka tersebut dapat terus berkurang kedepannya.

“Semoga perceraian karena ekonomi juga berkurang karena saat ini faktor ekonomi ini terdampak pandemi. Sayt harap pasangan suami isteri (pasutri) bisa saling memahami satu sama lain,” tutup pria asal Bondowoso.