Tim Universitas Wijaya Putra Berikan Pendampingan Bagi Pengrajin Keset di Gresik

oleh -

Gresik, Nusantarapos – Menjadi pengangguran setelah dirumahkan dari pekerjaan dipabrik pada tahun 2018 tidak membuat Kasih Indrawati (51), patah semangat untuk menjadi tulang punggung keluarganya. Dengan keterbatasan keterampilan dan uang pesangon yang tidak seberapa, beliau memutuskan untuk menggunakan uang pesangon yang didapat untuk memperbaiki rumah dan membuat usaha baru.

“Usaha yang saat ini dijalani adalah membuka toko kelontong dan pembuatan keset kain perca. Usaha ini dipilih karena menurut mitra lebih mudah dan cepat menghasilkan. Pendapatan dari
usaha pembuatan keset kain dirasakan mitra lebih menguntungkan dan hampir 60%,” ujar mitra Kasih Indrawati.

Pendapatan saat ini diperoleh dari usaha pembuatan keset kain. Menempati rumah yang tidak seberapa luas di Desa Cagak agung Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, Kasih memproduksi keset kain perca 16-20 lembar per hari, yang dijual 3.500-5000 rupiah per lembarnya. Besarnya permintaan pasar hingga 40 lembar keset per hari tidak mampu dia penuhi.

Melihat keterbatasan tersebut, tim pemberdaya masyarakat Universitas Wijaya Putra yang diketuai Andi Iswoyo dengan anggota Rodhiyah dan Didik Daryanto berusaha melakukan pembinaan melalui pemberian keterampilan tambahan, pelatihan-pelatihan dan pendampingan.

“Kegiatan ini sepenuhnya dibiayai dari pendanaan internal Program Pemberdayaan Masyarakat Universitas Wijaya Putra. Kegiatan yang dilakukan antara lain pengadaan mesin jahit bertenaga motor, peningkatan keterampilan menjahit meliputi pemilihan dan penghitungan kebutuhan bahan, menjahit, melingkar, menjahit pola, menjahit pada bahan tebal, membuat desain keset kain, serta mengontrol kualitas jahitan. Selain itu juga dilaksanakan pelatihan penghitungan harga penjualan, mengatur keuangan usaha, pendampingan kesehatan kerja dan pendampingan pemasaran,” terang Andi Iswoyo.

Setelah 6 bulan program ini berjalan, saat ini Kasih sudah mampu memenuhi permintaan pasar dan ada peningkatan pendapatan sebesar 30%. Produk keset kain pun tidak hanya berbentuk oval dan bulat saja, namun sudah bervariasi dari bentuk buah-buahan, tokoh superhero, kartun, dan lain-lain yang menjadikan produknya menarik, selain itu produk-produk ini mudah didapatkan di marketplace.