Pengangkatan dr. Lady Adik Kandung Gubernur Jadi Kepala RS Khusus Mata Sumsel Menuai Kritik

oleh -

SUMSEL, NUSANTARAPOS,-Keluarga Gubernur Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) Herman Deru (HD) dalam beberapa waktu terakhir terus menjadi perbincangan publik di Sumatra Selatan bahkan menjadi berita hangat di tingkat nasional. Krtik terus mengalir dari berbagai kalangan mulai dari aktifis anti korupsi, pengamat sampai aktifis kepemudaan.

Hal ini bermula dari banyaknya keluarga dekat Gubernur Sunsel yang menduduki berbagai jabatan strategis di pemerintahan Sumsel sampai BUMN. Sebut saja antara lain kakak kandung HD, E. Piterdono HZ (Komisaris BUMN PT Bukit Asam). Kakak Ipar HD, Nora Elisya (Kepala Badan Kepegawaian Daerah/BKD Sumsel) ada juga anak mantu HD, dr. Isaac Syamsuddin (Kepala RSUD Prov Sumsel).

Dan yang terkini dan terbaru yang menjadi sasaran kritik publik adalah pengangkatan dr. Lady Kavotiner, Sp.M adik kandung Gubernur HD sebagai kepala Rumah Sakit Khusus Mata milik Pemprov Sumsel. “Saya pribadi sebagai aktifis pemuda risih mendengar banyak nya keluarga dekat Gubernur Sumsel menjadi pejabat di pemerintahan/lembaga sampai BUMN mulai kakak kandung, kakak ipar, anak mantu sampai terakhir adik kandung Gubernur dr. Lady yang informasinya menempati kepala Rumah Sakit Khusus Mata Sumsel. Ini seperti zaman kerajaan saja semua di isi keluarga raja”, ujar Bintang Pamungkas, Sekretaris Jenderal Front Pemuda Islam Indonesia (FPII) dalam perbincangan dengan redaksi, Jumat (2/4/2021).

Menurut Bintang, belajar dari kasus Bupati Faida di Kabupaten Jember Jawa Timur, yang mengangkat pejabat secara serampangan karena faktor kedekatan pribadi bukan karena profesionalitas, integritas dan kompetensi berujung pada pembatalan oleh Mendagri Tito Karnavian.

“Jadi kasus di Sumsel ini termasuk case dr Lady ini harusnya pengawasan DPRD lebih di perkuat jangan sampai lengah. Jika Gubernur tak bisa di harapkan bertindak karena dia yang mengangkat sendiri maka DPRD yang pro aktif melaporkan ini pada pemerintah pusat via Mendagri untuk di batalkan karena sangat berpotensi hal ini melanggar UU Nomor 28/1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih Dan Bebas Dari KKN serta menabrak asas-asas umum pemerintahan yang baik dalam UU Nomor 30/2014 tentang Administrasi Pemerintahan”, ujar Bintang.

Saat di tanya redaksi soal fenomena dugaan KKN di Sumsel apakah pemerintah pusat harus turun tangan.

Kata Bintang, ini contoh yang tidak baik bagi daerah lainnya. Ini sudah memasuki era rovolusi industri 5.0 jika cara-cara seperti ini terus di biarkan maka daerah tak akan pernah maju dan berkembang.

“Pemerintah pusat via mendagri harus menegur Gubernur Sumsel karena asas pemerintahan yang baik sesuai program revolusi mental aparat pemerintahan Presiden Jokowi di tabrak saja sesukanya sama HD. So pak Tito tegur dan batalkan saja pengangkatan pejabat yang di duga ada unsur KKN termasuk case dr. Lady kepala Rumah Sakit Mata Sumsel ini”, pungkas Bintang.

Di ketahui sebelumnya beredar pesan viral di media sosial (Medsos) daftar keluarga Gubernur Sumsel yang jadi pejabat baik pemerintahan daerah, BUMD, BUMN. Berikut di kutip redaksi pesan utuh pesan viral tersebut.

Yuk kita bikin Daftar KKN yg terjadi skrg:
1. Kakak Kandung HD, E. Piterdono, Komisaris PTBA
2. Ipar HD – Isteri E Piterdono, Nora Elisya, Kepala BKD Sumsel
3. Ipar HD – Adik Kandung Febrita, Firnaz Lustian, Kepala UPTD Samsat Palembang
4. Menantu HD – Suami Percha, dr Syamsuddin Isaac, Wakil Direktur RS Siti Fatimah
5. Noversa, Komisaris Bank Sumsel, Sepupu HD
6. Adik HD, Kepala RS Khusus Mata
7. Saudara Ipar HD, kaka permpuan istri HD,Bendahara PMI prov Sumsel
8. Yeni Kabid PDLL Bapenda Kakak Istri HD
9. Ipar HD, Kepala Samsat I Palembang, Lucky, adek Febrita
10. Ipar DH, Kabid DP3MD, Yudha, Ade Febrita
11. Adik HD, Kabid SMK Diknas Prov  Sumsel, Mondi
12. Ponakan HD, Sekretaris PUBM, Noviar
13. Istri Ipar HD, PLt. Dukcapil Prov. Sumsel, Hj  Septiana Zuraida. (MARS/*)