Kemensos Berikan Bantuan untuk Anak Panti Korban Banjir Bandang Bima

oleh -

BIMA, NUSANTARAPOS – Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosual, Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial RI melalui Balai Anak Paramita di Mataram serahkan bantuan sosial kedaruratan kepada sedikitnya 156 anak yang berada di 2 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang berada di Kecamatan Woha dan Kecamatan Monta.

Di Woha, Balai Anak Paramita didampingi Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kabupaten Bima menyerahkan bantuan kepada LKSA Al-Wafa’ berupa makanan siap saji sejumlah 60 pack, kasur 5 buah dan matras 5 buah. Sebelum dilakukan serah terima bantuan, Tim Balai Anak Paramita melakukan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk menghilangkan perasaan sedih dan juga cemas anak-anak panti.

Sebanyak 23 anak yang mengikuti LDP bermain sambil tertawa sebagai pertanda bahwa mereka senang dengan _games-games_ bersifat _recreational_ yang diberikan oleh tim Balai.

Bertepatan dengan kegiatan tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah, melakukan kunjungan ke LKSA Al-Wafa’ untum mengetahui kondisi terakhir panti tersebut, karena terdengar kabar bahwa LKSA tersebut terdampak cukup parah.

Zulkieflimansyah menyambut baik niat tulus Kementerian Sosial yang juga membantu meringankan beban anak-anak panti, beliau mengatakan “Terima kasih Kemensos yang telah hadir untuk anak-anak kami disini, terima kasih juga karena senantiasa mendampingi dan memberikan _support_ bagi mereka,” terang Zulkifli, Selasa (6/4/2021).

Di tempat sama, Kepala Balai Anak Paramita, I Ketut Supena menyampaikan, “Ini merupakan wujud dari hadirnya Kementerian Sosial dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya bagi anak-anak binaan kami pada kondisi terdampak musibah seperti saat ini. Kementerian Sosial melalui Balai Anak Paramita akan merespon cepat permasalahan sosial anak yang ada sehingga dapat memberikan solusi atau pemecahan masalah tersebut,” ujarnya.

Kepala Balai Anak Paramita Mataram juga menyampaikan bahwa, “Saat ini selain memberikan bantuan kami juga melakukan respon kasus dengan memberikan Layanan Dukungan Psikososial bagi anak-anak di panti ini, dan nampak jelas kegembiraan adik-adik mengikuti arahan dari instruktur,” kata Paramita.

Setelah melakukan LDP dan memberikan bantuan di LKSA Al-Wafa’, tim Balai Anak Paramita melanjutkan perjalanan ke LKSA Raudhatul Ilmi di Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima. Sedikitnya 25 anak hadir di halaman LKSA untuk mengikuti LDP dan menerima bantuan kedaruratan dari Balai.

Raudhatul Ilmi merupakan LKSA yang terdampak sangat parah, 3 ruang belajar anak dan gedung asrama anak hancur dan tidak dapat digunakan kembali. Meja belajar anak, buku pelajaran anak, kasur anak-anak lenyap tak bersisa akibat dari bencana banjir bandang yang melanda daerah tersebut pada hari Jumat lalu.

Hampir seluruh barang-barang LKSA hanyut terbawa arus air. Debit air yang deras setinggi 1,6 meter membuat anak-anak dipulangkan pada orang tua atau sanak keluarga terdekatnya yang berada di sekitar LKSA. Kegiatan belajar mengajar sementara terhenti dikarenakan sarana prasarana belajar mengajar yang tiada berbekas.

Pada akhir kesempatan kunjungan tim, Balai Anak Paramita menyerahkan bantuan sosial kedaruratan berupa makanan siap saji sejumlah 60 pack, kasur 8 buah dan matras 20 buah yang diterima langsung oleh Siti Rahmah selaku Ketua LKSA Raudhatul Ilmi.

Siti mengatakan, “Terima kasih banyak atas bantuan yang diberikan kepada kami, ini sangat membantu kami khususnya anak-anak untuk tetap memiliki asa meraih cita-cita di LKSA ini. Mereka tidak nampak takut atau cemas setelah mendapatkan layanan dari tim Balai,” pungkasnya.