Pacitan Lakukan 4 Titik Penyekatan Mudik Lebaran

oleh -

PACITAN,NUSANTARAPOS,– Sosialisasi larangan mudik diawali pada nelayan, Satgas Covid-19 Pacitan, Jawa Timur kunjungi pelabuhan Tamperan dan dilanjutkan mengunjungi posko yang ada diperbatasan Jawa Timur-Jawa Tengah.

Dandim 0801 Pacitan Letkol Kav Ibnu Khazim, Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji bersama Kapolres Pacitan AKBP Wiwiwt Ari Wibisono, Wakil Bupati Gagarin serta unsur Forkopimda lainnya langsung menghampiri puluhan nelayan yang ada di pelabuhan Tamperan.

Dandim 0801 Pacitan Letkol Kav Ibnu Khazim Saat dikonfirmasi awak media, Senin (03/05/2021) menyampaikan Siaga semua lapisan masyarakat dan juga jalur karena Pacitan ini mempunyai daratan dan laut, kita lakukan sosialisasi kepada nelayan ketika daratan sudah dilarang mudik maka jangan lewat laut.

“Kita bersinergi dengan pihak kepolisian serta aparat terkait dan akan menempatkan personil diposko posko yang sudah dibuat seperti dipelapuhan Tamperan untuk mencegah nelayan yang mudik atau pun masyarakat lewat jalur laut serta di posko perbatasan jawa tengan jawa timur,” ungkap Letkol Kav Ibnu Khazim .

Lebih lanjut Dandim 0801 Pacitan menjelaskan meskipun mudik melalui laut kemungkinannya kecil tapi pemerintah tidak mau kecolongan. Mengingat pelabuhan pendaratan ikan tamperan tidak hanya berisi nelayan lokal, tapi juga untuk berlabuh nelayan luar daerah (andon).

“Sebagai bentuk antisipasi petugas gabungan akan terus memberikan sosialisasi kepada nelayan agar tidak mudik atau melakukan kegiatan perpindahan orang mulai 6 Mei mendatang”,pungkas orang nomer satu dijajaran militer dipacitan.

Penyekatan jalur antar daerah semakin di perketat menjelang pemberlakuan larangan mudik Lebaran 6 Mei.
Khusus kabupaten pacitan terdapat 4 titik penyekatan utama, meliputi Glongong dan Cemeng kec Donorojo serta Jeruk Kecamatan Bandar karena ketiganya merupakan wilayah perbatasan dengan Jawa Tengah.

Titik penyekatan lain berada di kecamatan Tegalombo yang berbatasan dengan Ponorogo serta Sudimoro yang berbatasan dengan Trenggalek. (*)