Bekraf Maksimalkan Potensi Indonesia jadi Kiblat Modest Fashion Dunia

Jakarta, Nusantarapos – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong pertumbuhan ekosistem modest fashion dan memaksimalkan potensi Indonesia menjadi kiblat modest fashion dunia tahun 2020. Survey BPS mencatat fashion sebagai subsektor ekonomi kreatif yang memberikan kontribusi terbesar kedua pada PDB ekonomi kreatif 2016, yakni sebesar 18,01% senilai Rp. 166 Triliun.

Mewujudkan tujuan tersebut, Deputi Akses Permodalan Bekraf menggelar Modest Fashion Founders Fund (MFFF), program akselerasi untuk pelaku usaha modest fashion Indonesia dalam hal permodalan dari sektor perbankan syariah.

Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo saat meluncurkan MFFF pada Kamis, 9 Mei 2019 di La Moda Plaza Indonesia menuturkan, “Permodalan merupakan salah satu kendala pertumbuhan dan perkembangan pelaku usaha modest fashion Indonesia. Melalui MFFF, Bekraf bekerjasama dengan perbankan syariah untuk memenuhi kebutuhan permodalan pelaku usaha modest fashion Indonesia sekaligus meningkatkan kapasitas mereka,” ujarnya.

Chairman of Indonesia Halal Lifestyle Center, Sapta Nirwandar turut menghadiri dan menjadi keynote speaker pada peluncuran MFFF. MFFF diharapkan bisa memacu pelaku usaha modest fashion Indonesia untuk terus berkarya dan memenuhi kebutuhan konsumen halal lifestyle yang berkembang pesat di dunia.

Halal lifestyle yang menciptakan konsumen produk dan jasa bernilai Islami merupakan pasar potensial bagi pelaku usaha modest fashion Indonesia. Di indonesia sendiri, 90% populasi adalah muslim yang lebih aware nilai Islami dan menjadi pasar modest fashion 10 tahun terakhir. Hal ini menstimulasi kemunculan dan pertumbuhan bisnis berbasis syariah.

Bekraf turut menggandeng expert modest fashion, Franka Soeria yang dikenal luas sebagai inisiator beragam acara modest fashion week di dalam dan luar negeri pada MFFF. Peserta MFFF akan berkesempatan untuk menyalurkan produknya melalui platform e-commerce Markamarie dan berpeluang mengikuti ajang modest fashion week di berbagai belahan dunia.

“Sebagai pelaku bisnis modest fashion melalui #Markamarie, turut melakukan proses seleksi bagi desainer hingga terpilih 20 peserta yang dapat mengikuti program inkubator dengan mentor dari dalam dan luar negeri. Mereka yang terpilih berhak mendapat akses permodalan bank untuk mengembangkan bisnis secara lokal maupun internasional. #Markamarie akan bertindak sebagai agen internasional untuk 2 brand terpilih serta menempatkan mereka di saluran penjualan dan promosi di berbagai negara,” ucap Franka Soeria.

MFFF bukan hanya meningkatkan akses permodalan, tetapi juga mengembangkan kapasitas pelaku usaha modest fashion Indonesia dengan creative workshop dan creative project Juli mendatang.

Pelaku usaha modest fashion Indonesia bisa mendaftarkan diri secara online melalui modestfffund.com untuk mengikuti MFFF. Pendaftaran dibuka hingga 20 Juni 2019.

20 peserta terpilih akan mendapatkan materi pengembangan usaha meliputi ide kreatif, desain kreatif, produk kreatif, marketing, pengetahuan bisnis digital dan perkembangan bisnis halal, simulasi pertemuan bisnis, pengelolaan keuangan, hingga pengetahuan ekspor dan Hak Kekayaan Intelektual.

Para peserta juga didampingi mentor yang berasal dari perbankan syariah dan fashion expert untuk menjalankan proyek fashion show yang dipresentasikan di hadapan para stakeholder saat malam apresiasi, Agustus 2019.

Keunggulan lain bagi pelaku usaha modest fashion Indonesia yang mengikuti MFFF yaitu mendapatkan pendampingan dan pembinaan mengembangkan usahanya dalam bentuk workshop lanjutan, mentoring, maupun networking.

Peserta MFFF juga mendapat prioritas dukungan Bekraf mengikuti kompetisi dan pameran domestik maupun internasional, tergabung pada marketplace online dan offline, serta akses permodalan perbankan syariah.

Enam perbankan syariah yang akan bekerjasama dengan Bekraf dalam kegiatan ini yaitu Bank Muamalat, Bank Negara Indonesia Syariah, Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Syariah Mandiri, BTPN Syariah, Maybank Syariah dan Panin Dubai Syariah.

Enam kedeputian Bekraf dan Sekretaris Utama Bekraf, Restog K. Kusuma turut hadir memberikan informasi dukungan Bekraf bagi ekosistem modest fashion. Bisnis modest fashion juga dibahas bersama Corporate Secretary BNI Syariah, Rima Dwi Permatasari; modest fashion expert, Franka Soeria; dan professional buyer, Nofi Wahyuni bersama dengan Direktur Akses Perbankan Bekraf, Yuke Sri Rahayu. Acara ditutup dengan peragaan busana koleksi terakhir dari Vivi Zubedi dan Markamarie. (RIE)