Lewat ‘Nikah Yuk’, Lens Cinema Siap Hadirkan Film Menghibur dan Bermakna 

oleh -

NusantaraPos – Menikah bukan sekedar berpasangan, melainkan interaksi dua budaya dua kehidupan yang kemudian menyatu dalam ikatan suci. Fenomena tentang pemikahan; baik itu nikah dini atau nikah muda, atau menikah karena paksaan dan lain sebagainya sudah menjadi realitas dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, rumah produksi Lens Cinema mengangkat kisah tersebut dengan ringan dan menghibur dengan judul “Nikah Yuk”

Adhe Dharmastriya selaku sutradara menjelaskan bahwa film yang akan mulai shooting awal Mei 2018 ini akan dikemas dengan ringan, namun bermakna.

“Cerita ‘Nikah Yuk’ sederhana bisa dinikmati semua orang. Kami mengemas ke dalam genre romantic comedy, di mana kita bisa terharu, baper sedih dan tertawa saat nanti menyaksikan film ini. Walaupun ringan, kita akan ada muatan atau pesan yang tergambar dalam fllm ini,” kata Adhe di Jakarta, Sabtu (28/4/2018).

Film ini dibintangi sejumlah aktor dan aktris Indonesia, Yuki Kato, Marcell Darwin, Roy Marten, Aliyah Faizah dan sederet komedian tanah air.

Ia menuturkan,“ Untuk mendapatkan hasil maksimal, kita menyiapkannya dengan matang dan hati-hati. Para pemain, seperti Yuki kita siapkan untuk mengikuti workshop membuat komik agar menyatu dengan karakternya,“ jelasnya.

Dwi Akraniza Aprilia selaku produser mengungkapkan bahwa film yang akan rilis di awal tahun 2019 ini akan jadi momen spesial bagi pasangan baik yang sudah menikah atau belum, bahkan yang belum memiliki pasangan, “Jatuh cinta itu biasa. Menikah itu luar biasa. Menikah itu bisa dibilang puncak dalam hubungan asmara, maka itu kita mencoba menangkap momen tersebut ke dalam film. Dan akan jadi momen spesial bagi mereka pasangan yang belum atau sudah menikah. Melihat film ini seperti bercermin diri sendiri,” ucapnya.

Film produksi perdana Lens Cinema ini akan mengambil setting Indonesia dan Jepang . Pengambilan set di Jepang, bukan tanpa alasan atau sekedar jalan-jalan. “ Kita mengambil setting di Jepang bukan sekedar jalan-jalan atau menunjukan keindahan negeri sana, melainkan karena kebutuhan cerita dan karakter. Lia adalah seorang komikus, dan Jepang adalah salah satu kiblat komik. Selain itu kita juga kerjasama dengan Jepang, bisa dibilang ini produksi dua negara,” ungkapnya.

Film ‘Nikah Yuk’ bercerita tentang trauma akan nikah telat, orangtua Aiya meminta Arya agar segera menikah, namun Arya ingin berfokus kepada karirya sebagai fotografer. Orangtuanya tak kehabisan akal dan memiliki berbagai rencana gila yang tak mungkin ditolak Arya. Hingga suatu hari Arya bertemu dengan Lia, komikus yang membawanya kehidupannya ke babak baru. (RIE)