Pengujian Vaksin Covid-19 Milik China Direncanakan Selesai 6 Bulan

oleh -

BANDUNG,NUSANTARAPOS,-Uji klinis vaksin Covid-19 tahap III ini akan dilaksanakan di enam lokasi yakni Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad), Balai Kesehatan Unpad di Jalan Dipati Ukur, serta empat puskesmas di Kota Bandung. yang dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

Uji klinis yang diharapkan selesai dalam waktu enam bulan ini akan mengambil sampel sebanyak 1.620 orang dengan rentang usia antara 18 hingga 59 tahun,Adapun penyelenggara uji klinis vaksin Covid-19 milik China itu adalah tim riset Fakultas Kedokteran Unpad dan PT Bio Farma. Periode pendaftaran relawan sudah dibuka sejak 27 Juli 2020. Sementara untuk proses penyuntikan atau vaksinasi akan digelar pada 14 Agustus 2020. Berikut tahapan yang harus dilalui relawan tes vaksin Covid-19 Coronavac milik perusahaan China Sinovac Biotech.

Sebelumnya, tenaga laboratorium tim riset FK Unpad Sunaryati Sudigdoadi menjelaskan pada penelitian ini subjek atau relawan akan melakukan lima kali kunjungan ke tempat penyuntikan vaksin. Setiap kunjungan, kata dia, diberi istilah V atau visiting. Subjek kemudian menandatangani persetujuan akan ikut uji klinis vaksin. Selanjutnya, subjek akan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui lulus syarat. Pemeriksaan fisik dan kesehatan dilakukan oleh dokter spesialis penyakit dalam atau dokter umum.

Dalam pemeriksaan fisik ini, subjek akan diperiksa apakah tensinya normal, tidak memiliki penyakit penyerta seperti diabetes dan sebagainya. Ia menambahkan, jumlah 1.620 relawan yang mendaftarkan diri sudah termasuk untuk jaga-jaga kalau ada subjek yang exclude dan drop out.

Ia menjelaskan, hasil rapid test reaktif kemungkinan terjadi karena subjek pernah terpapar oleh virus sebelumnya meski tidak bergejala. Sehingga, kalau hasil rapid test positif ini tetap diberikan akan mengacaukan pemantauan penelitian vaksin pada orang-orang yang negatif (rapid test) yang belum diberi vaksin.”Jadi, subjek harus sama sekali belum pernah divaksin sebelumnya,” ujar Titi.

Setelah menjalani vaksinasi kedua, subjek akan dipantau selama enam bulan.”Selama enam bulan dipantau subjek kalau ada gejala-gejala seperti Covid, ada batuk demam dan segala itu, segera melaporkan karena kita akan menindaklanjuti,” kata Titi.Namun demikian, Titi menuturkan, bisa jadi gejala yang timbul bukan karena Covid-19. Untuk memastikan hal itu, subjek akan menjalani tes swab di Puskesmas.Untuk target hasil uji klinis ini akan terlihat pada awal 2021 mendatang. Bila hasilnya sesuai rencana, vaksin Covid-19 ini akan diproduksi oleh Biofarma dengan pengawasan dari Badan POM. (TFK)