Balada Bambu Getah Getih, Haidar Alwi : Harusnya Gubernur Tak Menghamburkan Uang

oleh -
Inisiator Gerakan #2022GantiGabener, Haidar Alwi (tengah) sedang berbincang dengan timnya usai mengikuti dialog di salah satu stasiun televisi.

Jakarta, NUSANTARAPOS.CO.ID – Setelah adanya pembongkaran Bambu Getah Getih, kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus mendapatkan sorotan terutama dalam penggunaan anggaran yang dinilai terlalu dihambur-hamburkan. Awalnya orang nomor satu di Jakarta itu sangat membangga-banggakan karya bambu yang berada di tengah pusat kota dengan nilai Rp. 550 juta, namun belum genap setahun kumpulan bambu-bambu itu sudah dibongkar.

Menanggapi hal tersebut, Inisiator Gerakan #2022GantiGabener Haidar Alwi mengatakan dalam membangun itu mestinya lebih diperhatikan beberapa aspek, salah satunya adalah apakah itu efesien atau tidak. Jangan sampai uang setengah miliar lebih dihambur-hamburkan hanya untuk sebuah karya yang bertahan 11 bulan.

“Semestinya dia (Anies Baswedan,red) bisa menghasilkan sebuah karya yang permanen, paling tidak 5 tahun baru bisa rusak. Mau karya itu mau dibikin pake bambu atau bisa itu yang mestinya dipikirkan sebelumnya,” katanya saat ditemui usai dialog di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2019) malam.

Haidar menjelaskan meskipun itu merupakan sebuah karya seni yang tak bisa dinilai harganya, namun alangkah baiknya jika karya itu bisa lebih lama dinikmati atau dirasakan manfaatnya untuk masyarakat Jakarta.

“Jika hal-hal yang tidak sepatutnya terus dilakukan dan selalu memboroskan anggaran Pemda tentunya ini sangat merugikan bagi masyarakat. Dan itu menandakan bahwa ada ketidakmampuan Anies dalam penggunaan anggaran yang semestinya bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih banyak manfaatnya,” tegas Pembina Gerakan Anti Radikalisme tersebut.

Instalasi bambu ini diresmikan Anies pada Agustus 2018 untuk menyemarakkan Asian Games. Sejak awal, instalasi karya Joko Avianto itu disebut memang hanya bisa bertahan hingga 6-12 bulan.

Pada Rabu (17/7/2019) malam, instalasi bambu itu kemudian dibongkar. Alasannya, bambunya sudah rapuh.(Hari.S)