Datangi PP Muhammadiyah, Aliansi Mahasiswa dan Alumni UMJ Tuntut Pelantikan Rektor Dibatalkan

oleh -
Aliansi Mahasiswa dan Alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta sedang melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung PP Muhammadiyah.

Jakarta, nusantarapos.co.id – Ratusan mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melakukan aksi unjuk rasa kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di jalan Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2019). Kedatangan mereka sebagai bentuk kepedulian atas hasil keputusan PP Muhammadiyah terkait pemilihan rektor.

Salah satu orator mengatakan melihat persoalan yang terjadi di kampus Muhammadiyah Jakarta begitu rumit sehingga memakan waktu yang sekian lama terhitung sudah 2 bulan dari November hingga sekarang. Entah apa yang menjadi pertimbangannya sehingga Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengambil kebijakan untuk kembali dilantiknya Bapak Saiful Bahri sebagai rektor selama beberapa tahun kedepan.

“Hal inilah yang kemudian menjadi pertanyaan besar kawan-kawan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Jakarta seolah-olah Pimpman Pusat Muhammadiyah ikut merawat perampok di amal usahanya yang sudah berdiri sekian lama. Padahal sama-sama kita ketahui bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang melakukan dakwa amar ma’ruf nahi munkar tetapi pada nyatanya tidak mengimplementasikan dakwah Muhammadiyah yang selama ini menjadi taglinenya,” katanya

Lebih lanjut sang orator menyatakan berdasarkan kegelisahan dan kerancuan hasil keputusan yang diambil oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah maka kami dari Aliansi Mahasiswa dan Alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Meminta transparansi hasil audit investigasi yang dilakukan LPPK beberapa bulan lalu

2. Meminta kejelasan pertimbangan seperti apa yang digunakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan mengangkat kembali Pak Saiful Bahri sebagai rektor terpilih.

3. Mempertanyakan integritas Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam mengurus Universitas Muhammadiyah Jakarta.

4. Meminta sikap tegas kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar mengambil langkah berani dengan tidak melantik Saiful Bahri sebagai rektor.

5. Meminta PP Muhammadiyah melakukan peninjauan kembali terhadap keputusan yang telah diambil.

Demikian pernyataan ini dibuat sebagai penolakan kami terhadap akan dilantiknya Pak Saiful Bahri sebagai rektor di Universitas Muhammadiyah Jakarta.