SEMUA  

Termiskin Kedua se Maluku, Pemuda KKT Minta Bupati Bangun Sumber Daya Manusia

Ketua Karang Taruna Lamdesar Barat Kecamatan Larat, Melkior Fun.

Tanimbar, NUSANTARAPOS.CO.ID – Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) merupakan daerah yang memiliki kekayaan alam sangat melimpah seperti halnya sumber daya perikanan dan industri ekstrasi sumber daya alam. Pengelolaan yang belum maksimal, membuat KKT sampai saat ini masih menjadi daerah miskin kedua se Provinsi Maluku.

Ketua Karang Taruna Lamdesar Barat Kecamatan Larat, Melkior Fun mengungkapkan kemiskinan merupakan momok besar yang sampai saat ini masih menghantui masyarakat KKT. Kemiskinan ini menurutnya, dikarenakan masih rendahnya sumber daya manusia di Kabupaten tersebut.

“Bupati dan Wakil Bupati KKT memiliki visi cerdas, berwibawa dan mandiri, namun visi tersebut sampai saat ini belum tercapai. Karena masyarakat belum cerdas, kalau sudah cerdas tidak mungkin kita miskin,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Melkior meminta agar Pemerintah KKT tidak hanya melakukan pembangunan fisik semata, namun lebih memprioritaskan pembangunan sumber daya manusia.

“Pemerintah jangan bangun fisik saja, tapi pembangunan sumber daya manusia harus jadi prioritas. Sekolah – sekolah yang masih kekurangan guru dan fasilitas harus segera dilengkapi,” tegasnya mewakili pemuda di Lamdesar Barat.

Rendahnya SDM masyarakat KKT, menurut Melkior dapat dilihat dari sektor ekonomi yang sampai saat ini masih dikuasai oleh orang dari luar daerah.

“Faktanya kami masyarakat asli Tanimbar hanya jadi penonton. Pelaku usaha semua dari luar Tanimbar, ini membuktikan SDM kita masih rendah. Rendahnya SDM dan tinggi angka kemiskinan ini, membuktikan visi misi Bupati dan Wakil Bupati tidak berjalan,” tegas Melkior.

Untuk mencari solusi atas kemiskinan dan rendahnya SDM di KKT, Ia bersama komponen pemuda lainnnya akan melaksanakan diskusi lintas pemuda se Larat Raya. Dalam diskusi tersebut, Melkior mengaku akan mengundang tokoh pemuda, Moses Sabono yang merupakan politikus berpengalaman asal Larat Raya.

“Kami berharap bisa berkumpul dengan senior kami, Bung Moses Sabono (MS) yang adalah anak dan cucu dari seorang pendeta gereja protestan maluku (GPM), guna mencari solusi atas semua yang terjadi di KKT. Bung MS merupakan politikus berpengalaman asal Larat. Ini kami bisa lihat dari tulisan-tulisan beliau di media sosial dan komentar beliau di media massa,” pungkasnya seraya mengaku hasil diskusi akan disampaikan kepada pemerintah KKT untuk menjadi bahan evaluasi baik untuk pemerintahan saat ini maupun yang akan datang.(Red)