Diduga Sebar Fitnah & Hoax, Jika Tak Minta Maaf Roger Melles Akan Dilaporkan

oleh -

Jakarta, NUSANTARAPOS.CO.ID – Ketua AMPG Papua Barat, Haryono Maulana Kertozen May meminta Roger Melles segera meminta maaf dan mencabut pernyataannya yang menilai Ketua DPD II Golkar Kota Sorong, Lambertus Jitmau membangkang keputusan DPP Golkar. Ia tegas menyatakan apabila dalam waktu 3 x24 jam, Roger Melles tidak mengindahkan hal ini, maka AMPG Papua Barat akan melaporkan Roger Melles ke pihak yang berwajib.

“Kami beri waktu 3 x 24 jam, jika saudara Roger tidak minta maaf dan mencabut pernyataannya maka kami (AMPG Papua Barat) akan melaporkan dia ke polisi. Karena sudah menyebarkan fitnah dan hoax, apalagi membawa nama pejabat dan organisasi,” tegasnya.

Selain itu, Haryono juga mempertanyakan kapasitas Roger Melles memberikan komentar terhadap jalannya MUSDA III Partai Golkar Provinsi Papua Barat. Menurutnya Roger Melles bukan merupakan pengurus Golkar tingkat DPP sampai dengan DPD Kabupaten/ Kota maupun Ormas pendiri, mendirikan dan sayap partai Golkar.

“Atas kapasitas apa dia (Roger Melles) mengomentari jalannya MUSDA Golkar Papua Barat, dia bukan pengurus kok, Presidium Loyalis Golkar itu organisasi apa, abal-abal itu, tidak jelas,” kata Haryono.

Roger Melles membuat kegaduhan di Partai Golkar, menurut politisi muda Partai Golkar ini bukan merupakan hal yang baru. Hal ini kata Haryono masih bisa dilihat dari jejak digital baik di media sosial, maupun di median mainstrem.

“Yang buat kegaduhan sebenarnya siapa, silahkan chek track recordnya, bisa dilihat di sejumlah media dan media sosial. Dia ini (Roger Melles) yang sering membuat kegaduhan di Partai Golkar mulai dari MUNAS sampai hari ini,” terangnya.

Dalam kesempatan ini, Ia juga membantah bahwa Ketua DPD Partai Golkar Kota Sorong membuat kegaduhan di DPP Partai Golkar.

“Kami peserta MUSDA termasuk Ketua DPD II Golkar Kota Sorong datang memenuhi undangan DPD Provinsi Papua Barat, karena dalam undangan dan surat DPP yang kami terima MUSDA dilaksanakan hari ini (10/08/2020). Setelah kami sampai baru kami menerima surat dari DPP kalauMUSDA ditunda,” ungkap Haryono.

Sesampainya di DPP Golkar (tempat berlangsungnya MUSDA), dijelaskan Haryono peserta MUSDA III Partai Golkar Provinsi Papua Barat diterima dengan baik oleh Pengurus DPP selaku pemegang mandat Ketua Umum DPP Partai Golkar.

“Kami datang dengan baik, diterima dengan baik, kok dituduh membuat gaduh, yang betul saja. Silahkan ditanyakan kepada pihak DPP apakah kami membuat kegaduhan. Bahkan Bapak Lambertus Jitmau yang juga calon Ketua DPD Golkar Provinsi Papua Barat dan seluruh pendukungnya legowo menerima apa yang sudah diputuskan oleh DPP, kami taat,” pungkas Haryono.