Pengamat Intelejen: Ditemukannya Drone Bawah Air Milik Asing, Bukti Adanya Kegiatan Spionase

oleh -

Jakarta, Nusantarapos.co.id – Ditemukannya drone bawah laut di kawasan di perairan pulau Selayar Sulawesi beberapa waktu lalu oleh nelayan, dinilai sebagai adanya sebuah tindakan spionase dari negara asing terhadap sumber daya alam Indonesia yang ada di daerah tersebut seperti Nikel. Demikian dikatakan pengamat Intelejen senior Suhendra Hadikuntono.

Menurut Suhendra, seharusnya tindakan spionase ini sudah bisa dideteksi lebih dulu oleh lembaga tertentu ditanah air sehingga tidak ada kecolongan hingga kali ketiga yang terjadi di perairan Indonesia.

“Saya berharap lembaga tersebut lebih optimal bekerja dalam antisipasi spionase sehingga tidak terjadi lagi hal serupa dikemudian hari,” ujarnya kepada Nusantarapos.co.id di Jakarta, Senin (4/1/2021).

Tindakan spionase yang dilakukan negara tertentu terhadap Indonesia, menurut Suhendra, merupakan hal yang yang tidak bisa dianggap remeh. Sebab banyak negara-negara asing yang mengincar kekayan alam Indonesia.

” Apalagi Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa cadangan nikel Indonesia merupakan terbesar kedua didunia. Dan ini merupakan aset dalam membangunan negara kedepan. Secara ekonomi, dengan cadangan sumber alam yang melimpah dapat mengoyang negara maju. Karena kebutuhan akan bahan baku industri batery listrik terutama nikel sangat dibutuhkan. Sedangkan dari sudut pandang geopolitik, Indonesia merupakan negara besar yang dapat meramaikan percaturan global dan regional dengan dominan,” jelas Suhendra.

Karena itu atas kejadian ini, Suhendra mendesak,  Kementerian Luar Negeri Indonesia bersikap tegas. Tidak lagi mengekor atas kebijakan negara lain. Sebab, dengan bersikap tegas, Indonesia dapat diperhitungkan dalam diplomasi di tingkat global maupun regional.

Meskipun Indonesia, kata Suhendra, sebagai negara pengutang. Namun ketegasan terhadap negara asing yang mencoba-coba ‘mengganggu’ Indonesia sangat dibutuhkan.

” Indonesia harus tegas dalam menyikap persoalan ini apalagi kegiatan spionase ini dilakukan terkait adanya sumber daya alam Nikel Indonesia terbesar kedua di dunia,”ungkap Suhendra.

Untuk mengantisipasi persoalan serupa, Suhendra meminta lembaga intelejen dan kementerian luar negeri dapat bersinergi baik, sehingga dalam diplomasi ditingkat global dan regional, Indonesia semakin diperhitungkan.