“Begal” Pendidikan, Ini yang Membuat Miris Pengamat Pendidikan

oleh -
Budi Trikorayanto, Pengamat Pendidikan (Foto: Budi T)

JAKARTA, NUSANTARAPOS,- Dunia pendidikan di Indonesia dalam menentukan sumbangan sukarela masih banyak yang kelihatannya seperti memaksa dalam pembayarannya. Karena di saat orang tua murid yang belum melakukan pembayaran harus berupaya membayar sumbangan sukarela demi anaknya agar tidak menjadi polemik di sekolahannya.

Hal ini seperti yang dikatakan pengamat pendidikan, Budi Trikorayanto bahwa orang tua yang tidak setuju harusnya tidak jadi masalah jika tidak membayar. “Tapi biasanya mereka terintimidasi sendiri,” ungkapnya, Kamis (4/2/21) melalui WhatsApp massangernya.

Lebih lanjut dirinya, sebagai pengamat pendidikan juga menjelaskan bahwa sekarang bantuan-bantuan pemerintah buat sekolah dan guru sudah sangat besar, harusnya pungli-pungli  terorganisir seperti itu sebaiknya ditindak tegas.

Dengan adanya seperti itu, Budi Trikorayanto khawatir jika aturan seperti ini masih diberlakukan di setiap sekolah justru akan membuat siswa dan orangtua tidak nyaman dan hilang konsentrasi. “Dan berpotensi anak takut sekolah menuju putus sekolah,” pungkasnya.

PEWARTA: JOKO