Nahdlatul Ulama Tidak Berpolitik Praktis

oleh -

Oleh : Sunoto, Wakil Ketua Tanfidiyah NU

Pacitan, nusantarapos – Nahdlatul Ulama (NU) itu oganisasi besar kepengurusanya di Indonesia sampai ke belahan dunia. Tersetruktur mulai pengurus besar pusat sampai ke desa-desa (ranting) bahkan sampai (anak ranting), kalau ada sesuatu yang menyangkut hajat umat pasti di musyawarahkan dan di mintakan masukan, pendapat dan saran dari tokoh NU dan para Kyai.

Oleh karena itu yang dikatakan Ketua DPC PKB Pacitan ( Fibi ) itu adalah klaim secara pribadi dan sepihak. Karena NU sendiri secara struktural organesasi belum pernah rapat pengurus harian. Sangat di sayangkan seakan PKB menyeret NU ke ranah politik praktis. NU bukan nya tidak berpolitik, NU tetap berpolitik namun politik NU adalah politik kebangsaan yang mengayomi semuanya dan menjaga jarak yang sama pada Parpol.

NU tidak kemana-mana namun NU ada di mana-mana. Kalau urusan poltik praktis, NU sudah melahirkan PKB ya terserah PKB soal urusan calon mencalon Bupati. Tapi kalau seperti apa yang di katakan Fibi Ketua DPC PKB Pacitan NU mendukung calon Bupati tertentu itu tidak benar, karena NU secara organesasi belum menentukan dan membicarakan itu karena urusan politik praktis, itu bukan urusan NU.

Biarlah soal pilih memilih rakyat yang menentukan, saya yakin rakyat sudah cerdas siapa yang patut untuk memimpin pacitan lima tahun kedepan yang lebih baik.

Saya sendiri sebagai pengurus harian (wakil ketua) Tanfidiyah NU Kab. Pacitan kalau Partai tetap PKB, karena saya ikut serta dalam lahirnya PKB di pacitan ini. Namun untuk mendukung calon Bupati Pacitan saya memilih orang yang betul-betul bisa menjadikan Pacitan sehat unggul dan sejahtera.