Ahmad Arrizal, Urusan Politik, NU Kembali Khitah 26

oleh -

Oleh: Ahmad Arrizal

Terkait pilkada di Jawa – Timur tgl 9 Desember 2020 mendatang, kami DPW BARIKADE GUS DUR mengharapkan pilkada berjalan dengan aman, kondusif, lancar dan sukses.

Sementara ini ada rumor bahwa ada salah satu Partai yang didukung oleh salah satu ormas besar yang ada di Jawa -Timur seperti NU misalnya.

Jika melihat sejarah bahwa NU ini harus kembali kepada Khittah 1926 dan tidak boleh masuk pada urusan politik praktis bahkan urusan dukung- mendukung calon Bupati dan calon wakil Bupati/Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota.

NU harus berposisi mengayomi Ummat sesuai dengan tujuan utama didirikannya Nahdlatul Ulama di antaranya adalah: memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunnah wal-Jamaah dengan mengikuti pola madzhab empat: Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hanbali serta mempersatukan langkah-langkah para ulama dan pengikut-pengikutnya, juga melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemajuan bangsa dan ketinggian harkat serta martabat manusia.

Sebagai organisasi islam terbesar di dunia tidak boleh berafiliasi kepada salah satu partai politik karena Kader NU tidak hanya ada di satu partai saja tapi kader NU berada di semua partai. Kami berharap tidak ada ketersinggungan di masyarakat bawah dalam kepentingan berpolitik, sehingga masyarakat merasa nyaman dan bebas untuk menentukan pilihannya pada pilkada mendatang sesuai dengan hati nuraninya memilih pemimpin di daerahnya masing-masing.

Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) BARIKADE GUS DUR JATIM menghimbau kepada masyarakat Jawa Timur gunakanlah hak pilihnya jangan Golput, pilih pemimpin yang sesuai hati nurani dan ciptakan Jawa Timur aman dari Covid-19 yang merebak di masyarakat selama ini.