Perahu Benua Garuda Turun Gunung

oleh -

Pacitan, Nusantarapos, – Sudah sekian lama Garuda menjadi Simbul Negara dan Dasar Negara. Akan tetapi kapan bisa menjadi terwujud bagi bangsa itu sendiri untuk kesejahteraan rakyatnya. Adanya kelompok manusia yang kini mencoba merespon nama Garuda dijadikan sebuah nama perahu yaitu “Benua Garuda”, tentu itu merupakan proses yang akan menjadi petimbangan tersendiri.

Benua Garuda  mulai melaut, apa yang di inginkan, sedangkan nama itu adalah sebuah paradigma baru yang sebelumnya jauh disana. Kini kerikil-kerikil bercengkerama seiring perahu Benua Garuda bergerak. Suasana mulai muncul ke permukaan bahwa kehidupan pun mulai ada perselisihan yang tajam. Hal itu disebabkan situasi saat ini yang masih belum menentu. Tidak lupa, bagaimana nasib perahu layar yang notabene bisa disebut paradigma lama. Kemana perahu layarnya, dimana penumpangnya.

Kemudian kalau perahu layar menjadi simbul bermakna, tidak menutup kemungkinan arti kesejahteraan itu dibangun dan berawal dari usaha dan ihtiar yang akan menghasilkan perahu modern. Namun itu semua masih harus diuji dengan manusia disekelilingnya. Mengingat contoh peristiwa, keberhasilan seorang pemimpin, tergantung rakyat yang di pimpinnya itu sejahtera atau tidak, seperti halnya bagaimana sikap murid terhadap sang Guru.

Tidak cukup ditunggu, pelaku hidup pada umumya perlu alat untuk menjaga kehidupan yang dijalani. Yang menjadi akar permasalahan dalam kontek perahu Benua Garuda adalah kesiapan dalam berproses sambil berjalan dan akan melanglang buana disemua benua. Sudahkah etika berfikir penunggu itu sejauh apa yang dirasakan pelaku yang di tunggu. Sehingga perlu adanya komunikasi yang jelas dan berujung deal.

Kejernihan berfikir perlu dilakukan, mana yang menjadi hak dan kewajibanya, mana yang menjadi nafsu berkelanjutan yang harus segera dikikis habis, semua membutuhkan yang istilah jawa “Semeleh” atau pasrah dalam arti usaha dan ihtiar tetap dilakukan para pelaku kehidupan. Hanya dengan ihtiar, usaha dan doa, semua bisa terjawab.

Semogo Benua Garuda tidak hanya menjadi sebatas dasar dan simbul semata tetapi benar-benar menjadi keterwujudan dari amanah yang terkandung dalam arti dan makna sebenarnya sehingga Perahu Layar dan Benua Garuda bisa mewujudkan cita-cita bersama.

Penulis: Mujahid