H.Subroto : “Kita Perlu Kembali ke Alam”

oleh -

NUSANTARAPOS,PACITAN,-Menjelang akhir tahun 2019 kita mulai dengan evaluasi, apa saja yang sudah kita lakukan sepanjang tahun 2019 dan apa yang akan kita lakukan di tahun 2020.

Mengawali tahun 2020, hal utama yang perlu kita cermati dan kita perhatikan adalah dengan menata hati. Maksud dari menata hati untuk menuju kehidupan yang lebih berarti.

Berbagai peristiwa suka maupun duka yang sudah kita lewati di tahun lalu, menjadikan renungan untuk kita di tahun depan. Khususnya bencana alam yang terjadi didalam negeri kita.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 3.768 kejadian bencana alam terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2019. Di antara bencana itu ada kategori hidrometeorologi dan geologi. Dan dampak korban juga tidak main-main, dampak korban jiwa akibat bencana yang terjadi sepanjang tahun 2019 sebanyak 478 orang meninggal dunia, 109 orang hilang, 6,1 juta jiwa mengungsi dan 3.419 luka-luka. (Katadata.co.id)

“Ini menjadi renungan untuk kita semua, jika alam sudah berkehendak tak ada lagi yang bisa kita perbuat, kecuali memohon lindungan kepada sang Pencipta. Keseimbangan antara alam dan manusia harus berjalan beriringan. Dibangun secara berdampingan dan saling melengkapi,” kata Subroto, Kamis (2/1/20)

BACA JUGA:

Pj Sekda Dan DPRD Lampura Hadiri HUT LVRI Ke-63

Potensi Pacitan Perlu Digali Lebih Dalam

Kembali ke alam ( Back To Nature )
Tidak kita sadari dalam perilaku kita sehari-hari, perilaku buruk kita menjadi penentu keseimbangan alam. Kita sebenarnya sadar jika kita buang sampah sembarang dapat merusak keindahan lingkungan, kita sadar jika menebang pohon di hutan secara liar bisa berakibat tanah longsor, tapi kita seakan acuh dengan semua itu.

Kita bisa menerapkan sistem tebang pilih jika kita memanfaatkan kayu yang ada di hutan. Kita bisa menerapkan Reboisasi, ketika menebang pohon, sebaiknya juga menanam satu pohon lagi, maka kehidupan alam akan seimbang.

Memperbaiki memang bukan perkara gampang, akan tetapi saya meyakini hal itu bisa dilakukan. Dengan komitmen dari setiap individu untuk menjaga alam dalam kehidupan dan kita mulai dari diri kita masing-masing.

Kita tidak bisa mengendalikan arah angin , tapi kita bisa menyesuaikan kemana arah angin berhembus.

Semoga diawal tahun ini, kita bisa memetik pelajaran dan hikmah dari tahun lalu dan menyongsong kehidupan yang lebih baik

“Saya  bersama keluarga mengucapkan Selamat Tahun Baru 2020 , semoga Allah selalu merahmati, melindungi dan limpahkan kebaikan untuk kita semua,” pungkasnya.