Rapat Internal, Dinsdikbud Lampura Bahas Disiplin Dan Sapras Sekolah

oleh -41 views

Lampung Utara, Nusantarapos – Guna tingkatkan disiplin dan mencukupi Sarana prasarana (Sapras) di sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) adakan rapat pembinaan internal di Aula kantor Disdikbud kabupaten setempat, Rabu (14/8/2019).

Kegiatan rapat internal, dipimpin langsung oleh Plt Kadisdikbud Lampura, Toto Sumedi didampingi Sekretarisnya, Hi. Syaiful Nawas, Kabid Kebudayaan, Nani Rahayu, Kabid Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat, Yeni Sulistiana, serta dihadiri seluruh jajaran Disdikbud Lampura.

“Kegiatan hari ini merupakan rapat pembinaan internal dan alhamdulilah untuk tingkat kedisiplinan pada hari ini cukup tinggi dan disiplinnya bagus, inilah manfaat dikontrol langsung oleh Bapak Bupati sehingga dapat berpengaruh secara signifikan dilingkungan Dinas Pendidikan,” ungkap Toto Sumedi kepada media ini usai menghadiri rapat tersebut.

Selain kedisplinan, pihaknya juga membahas terkait sarana prasarana, agar betul-betul skala prioritaskan, sebab masih banyak sekolah-sekolah harus mendapatkan perhatian Dinsdikbud Lampura.

“Dengan keterbatasan dana yang ada ini, bagaimana bisa disalurkan kepada yang sangat prioritas diperlukan,” tutur Kadisdikbud.

Saat ditanyakan terkait SMP Negeri 1 Sungkai Selatan terbakar beberapa hari yang lalu, Kadisdikbud menegaskan bahwa pihaknya akan segera membangun kembali pada tahun 2020, mengingat di tahun ini, anggaran yang dialokasikan melalui APBD Lampura untuk sekolah tersebut tidak mencukupi.

“Di tahun ini, SMP Negeri 1 Sungkai Selatan memang mendapatkan bantuan APBD, namun dikarenakan nilai anggaran yang kecil sehingga tidak mencukupi untuk membangun ruang kelas dan perpustakaan. Nanti kita pastikan dianggaran tahun 2020,” imbuhnya.

Masih menurut Kadisdikbud, untuk buku-buku yang telah hangus terbakar, Dinsdikbud Lampura juga akan berkoordinasi dengan pihak pusat dan Provinsi Lampung, agar buku-buku dapat tercukupi.

“Untuk buku-buku tersebut, kita akan koordinasikan ke pusat atau provinsi, adapun buku-buku yang terbakar itu merupakan buku-buku yang sudah tidak terpakai lagi atau buku-buku kurikulum KTSP 2006, karena SMP Negeri 1 Sungkai Selatan telah beberapa tahun ini telah menggunakan kurikulum K13,” ujarnya. (RH)

Comment