Cetak Pelajar Pemimpin, SMAS ZAHA 1 Genggong Gelar Diklat Kepemimpinan dan Manajemen

oleh -

Probolinggo, Nusantarapos – Dalam rangka menyiapkan kader bangsa yang unggul, patriot, kreatif dan Inovatif SMAS (Sekolah Menengah Atas Swasta) Zainul Hasan 1 Genggong Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong menggelar Diklat Kepemimpinan, Manajemen dan keorganisasian bagi siswanya, Sabtu, (30/01/2021).

Diklat yang digelar di Aula Barozain SMAS ZAHA diikuti oleh 40 siswa, terdiri dari segenap pengurus Osis dan MPK (Majelis Permusyawaratan Kelas) dengan pemateri Bapak Mohammad Hendra, Pembantu Ketua III Kemahasiswaan STIH Zainul Hasan Genggong Kraksaan.

Nun Lukman Qoyyiduddin Hasanul Bolqiah selaku pembina osis sangat bersyukur karena kegiatan yang direncanakan ini bisa terlaksana meskipun dimasa pandemi ini.

“ Alhamdulillah, kegiatan ini bisa terlaksana, saya minta semuanya wajib menggunakan masker dan cuci tangan serta mengikuti acara sampai selesai,” Ungkap putra Nyai Hj. Diana Susilowati.
Gus Bos sapaan ( Red) akrabnya juga berharap, agar semua peserta bisa menjadi pribadi-pribadi yang tangguh, mandiri dan bertanggungjawab.

Sementara, Bapak Mohammad Hendra sebagai pemateri menyampaikan bahwa Ilmu kepemimpinan dan manajemen wajib diketahui oleh segenap insan yang bergemelut diorganisasi, tanpa kedua ilmu itu, organisasi tersebut tidak tahu kemana arahnya.

“ ada 3 pokok penting dalam manajemen, pertama, adanya tujuan bersama dalam berorganisasi, kedua, tujuan yang dicapai dengan melibatkan kegiatan orang lain, ketiga, kegiatan orang lain itu perlu dibimbing dan diawasi,” terangnya pria yang saat ini menjadi wakil ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan.
.
“Lanjut Hendra mengatakan, pendidikan kepemimpinan di kalangan pelajar bisa dimulai dari lingkungan sekolah atau pesantren. “Dan ini kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa melalui OSIS dan MPK.

“Pemuda dan pelajar sebagai generasi penerus bangsa harus dibekali ilmu pengetahuan dan keterampilan mumpuni dan memadai, terutama manajemen kepemimpinan atau keorganisasian. Hal ini penting supaya pemuda dan pelajar memiliki bekal dan mampu dalam mengelola potensi diri dan organisasi,” pungkasnya. (ADL/HNDR)