Inspirasi Almarhum Presiden Soeharto Jadi Pedoman Sugeng Nugroho Majukan Pacitan

oleh -
Sugeng Nugroho (Bacalon Bupati Pacitan)

NUSANTARAPOS,SURABAYA,-Bakal Calon Bupati Pacitan, Sugeng Nugroho, menceritakan bahwa penetapan upah minimum Kabupaten/Kota 2020 pemerintah Jawa Timur yang di tetapkan oleh Gubernur, Khofifah Indar Parawansa pada tanggal 1 November 2019 untuk penetapan UMK khususnya di Kabupaten Pacitan sebesar Rp. 1.913,321,73.

Penetapan tersebut berdasarkan beberapa penetapan peraturan menteri Tenaga Kerja Nomor 15 Tahun 2018 tentang upah minimum.

” Adanya informasi penetapan UMK khususnya di Kabupaten Pacitan sebesar Rp. 1.913.321,73-, perlu kajian khusus mengetaui Kebutuhan Hidup Langsung ( KHL ) masyarakat Kabupaten Pacitan secara pasti,” kata Sugeng melalui pesannya, Jumat (22/11/19).

Bahkan ia menegaskan, saat ini ia akan melihat perkembangan apakah dengan UMK sebesar   Rp. 1.913.321,73  sudah memenuhi standard kehidupan di daerah Kabupaten Pacitan atau belum, karena ia menyebutkan, Pacitan banyak memiliki produk unggulan, seerti batik, kuliner yang memerlukan bantuan dalam pemasarannya,

“Kita perlu Tekhnik atau strategi penjualan yang handal, sehingga pemkab mampu membantu produk – produk lokal bisa terjual keluar kota, syukur bisa sampai keluar negeri, ” tuturnya.

Dalam pemasaran, ia memiliki 5 strategi pemasaran terbaik untuk meningkatkan penjualan barang dan jasa yang dimiliki masyarakat Pacitan, yaitu dengan menggunakan Sosial Media, membantu menawarkan Produk Secara Gratis, Memilihkan Tempat Strategis, Memberikan Insentif untuk Rekomendasi, dan membantu Menjalin Hubungan Baik dengan Pelanggan.

“Kami sangat yakin dari 5 strategi tersebut mampu mendongkrak penghasilan warga masyarakat kabupaten Pacitan, ” jelas Sugeng.

Lanjutnya, ia terinspirasi dengan himbauan almarhum Presiden Soeharto bahawa reaja yang akan hidup di tahun 2020 akan menjadi benteng untuk mempertahankan kelangsungan hidup Negara dan bangsa.

“Para pemuda janganlah hanya terpesona dengan produk murah tapi hasil dari luar negeri, Bangsa bisa menjadi hancur karena kita tidak mencintai hasil produk kita sendiri, mari kita perlu menerapkan produk – produk hasil dari bangsa kita sendri, khususnya produk yang dihasilkan di kabupaten Pacitan,” tutur Sugeng.

Ia berharap, jiwa nasionalisme perlu dipupuk dalam diri warga masyarakat itu sendiri, agar mencintai produk dalam negeri, yang dimulai dari sekarang.(JOKO)