Manggar Legen Jadi Ide Batik Celup Binaan Universitas Wijaya Putra

oleh -

NUSANTARAPOS,SURABAYA,-Manggar legen yang sudah tidak digunakan ini, di tangan karang taruna Wiraparamita menyulap bahan tersebut menjadi bahan batik ikad celup yang dibina langsung oleh Dewi Suprobowati sebagai ketua abmas dan 2 anggota yaitu Mulus Sugiharto dan Miskan yang semuanya itu merupakan dosen Universitas Wijaya Putra Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Bermula ide ini muncul dari khas legen. Oleh karenanya ide tersebut muncul dalam pembuatan batik celup dengan bahan manggar Legen.

“Selain itu juga sepet dari buah Siwalan juga sebagai bahan untuk batik ikad celup. Awalnya karangtaruna ini belum punya keahlian di bidang batik dan rata rata masih sekolah sebagian besar adalah SMA sederajad . Untuk memberikan bekal ke depan agar generasi muda tidak patah semangat tentang dunia kerja,” kata Dewi Suprobowati, Selasa (24/12/19).

Ia melanjutkan, pada 13 April sudah mulai pelatihan membatik yang bertempat di kelurahan Hendrosari sekaligus memberikan kesempatan pada warganya. Latihan yang  memerlukan waktu 3 jam dari proses dan dilanjutkan untuk dikerjakan di rumah sekitar 7 hari dan Karang taruna ini mengerjakannya disaat sela sela jam mereka tidak sedang sekolah.

“Berkat ketekunan kartar ini dan adanya komunikasi yang intens serta pendampingan dengan team dosen Universitas Wijaya Putra, Allhamdulilah terwujud hasilnya untuk bisa jadi kain batik khas Hendrosari,” lanjutnya.

Awalnya dalam 1 Minggu mereka bisa mendapatkan 7 kain yang masing masing dengan ukuran  dua setengah meter yang kemudian untuk di jual di kalangan teman-teman dan hingga kini bisa berkembang.

Sementara itu Feri mengatakan, “Dan masih ada ide rencana untuk mengembangkan lagi untuk produk lain selain kain misal tas,dompet dan lain-lain. akan tetapi msh perlu waktu karena Kartar ini mulai dari nol hingga kini SDH bisa produksi kain batik tersebut 30 pcs dan ini terhitung cepat karena rata-rata masih sekolah dan ada kemauan yang cukup tinggi.” (*)