SURAKARTA, NUSANTARAPOS,- Kembali Muchamad Nabil Haroen, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PDI – Perjuangan berkolaborasi dengan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pusat menggelar program dan KIE percepatan penurunan stunting di gedung Technopark Solo, Jumat (2/11/22) dengan menyasar mahasiswa di Solo.
Meskipun M. Nabil dalam penyampaian materi hanya melalui virtual, namun mahasiswa sangat antusias dalam mengikuti acara. Mereka nampak memperhatikan dengan seksama apa yang diberikan kepada pemateri dalam menyampaikan maslah dan cara penangan stunting.
Dalam sambutannya, M. Nabil mengatakan, permasalahan stunting di Indonesia pada tahun 2022 saat ini masih diangka 24 persen. Oleh karena itu, atas perintah presiden RI Joko Widodo dimana permasalahan stunting yang diakibatkan karena permasalahan gizi kronis sehingga mengakibatkan pertumbuhan anak baik itu kecerdasan maupun pertumbuhan tubuh kurang, sehingga perlu adanya langkah penurunan stunting.
Presiden sendiri juga telah menginstruksikan kepada BKKBN selaku pelaksana tugas dalam mengatasi permasalahan stunting dimana pada tahun 2024 nanti angka stunting harus dapat diturunkan menjadi 14 persen, sehingga harapan ke depan di tahun 2045 nanti, bangsa Indonesia siap menjadi negara demografi emas dalam mengatasi permasalahan stunting sehingga siap menjadi negara ekonomi yang kuat serta penyediaan SDM yang unggul.
“Permasalahan stunting ini menjadi isu nasional yang perlu untuk segera diatasi karena stunting dapat berpengaruh dalam kemajuan bangsa kita. Sesuai dengan perintah presiden RI untuk di tahun 2024 nanti angka stunting harus dapat kita turunkan hingga diangka 14 persen,” katanya.
Lebih lanjut Gus Nabil berharap kepada para mahasiswa dapat menyerap semua materi yang diberikan sehingga nantinya dapat disebarkan kepada orang lain agar mereka paham mengenai stunting dan bagaimana cara mencegahnya.
Sementara itu, drg. Widwiono, selaku Kepala BKKBN Jaw tengah, stunting di Jawa Tengah meskipun sudah mengalami penurunan, namun perlu adanya penanggulangan secara terus menerus sehingga dengan terbentuknya tim TPK di setiap wilayah dapat mendampingi ibu hamil serta batita dan juga calon pasangan suami istri yang akan menyelenggarakan pernikahan sehingga dapat terpantau dengan baik. (ARSO)